18 Jul 2019 13:05

AA Sambut 25 Penerima Beasiswa MSM

MyPassion
Para penerima beasiswa MSM/TTN ketika bertandang di kantor DPRD Provinsi Sulut, kemarin. Hadir pula pendiri Mark Plus Hermawan Kartajaya.

MANADO—25 warga lingkar tambang yang menerima beasiswa ke Cina dari PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya PT MSM dan PT TTN telah menyelesaikan studinya. Mereka sebelumnya kuliah di Jiangsu College Husbandary, Cina. Rabu (17/7) kemarin, mereka diterima Ketua DPRD Provinsi Sulut Andrei Angouw, di kantor DPRD.

 

Sembilan dari 25 mahasiswa yang mengambil jurusan pariwisata tersebut, memperoleh ranking terbaik. Mereka mendapatkan kembali beasiswa dari pemerintah Cina. Dimulai September mendatang. “Apresiasi tinggi kami berikan kepada PT MSM dan PT TTN. Yang memiliki program Corporate Social Responsibility terukur dan berkelanjutan,” sambut Angouw.

Menurutnya, sebagai apresiasi kesembilan mahasiswa ini akan dijadikan duta pariwisata provinsi Sulut.

Diketahui PT MSM dan PT TTN adalah anak perusahaan Archi Indonesia. Sahamnya dimiliki Rajawali Corpora. Senantiasa mendukung penuh program pemerintah Sulut. Di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey. “Sudah menjadi patron baku, setiap unit usaha Rajawali Corpora, memperhatikan kesejahteraan. Antaranya peningkatan SDM di wilayah operasional. Kami akan secara kontinyu menerapkan berbagai program yang bersifat berkelanjutan,” kata Justinus Setiawan, CSR Manager kedua perusahaan ini.

Lanjut menurutnya, berbagai program yang diluncurkan PT MSM/TTN, berkelanjutan. Agar ketika masa produksi perusahaan berakhir, masyarakat di sekitar tambang, dapat mandiri. Karena sudah dibekali SDM yang handal. Menariknya, pada acara penerimaan 25 mahasiswa Jurusan Pariwisata ini, dihadiri pendiri Mark Plus, Hermawan Kartajaya.

Hermawan yang menjadi konsultan berbagai perusahaan terkemuka ini, menegaskan perlunya jiwa entrepreneurship bagi setiap pelaku pariwisata.

“Profesional saja tidak cukup. Profesionalitas di bidang masing-masing termasuk di pariwisata dibutuhkan. Namun masih kurang komplit. Jika tidak memiliki kemampuan entrepreneurship,” ungkapnya.

Di luar dugaan, Hermawan memberikan kesempatan kepada para penerima beasiswa ini  mengikuti pelatihan khusus. Untuk mendapatkan Sertifikasi Kompetensi, yang dilakukan Global Sustainable Tourism Council (GSTC), berlaku secara internasional. “Saya mengenal Pak Peter Sondakh, sebagai seorang putra daerah Sulawesi Utara. Memiliki idealisme membangun bangsa. Termasuk memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Intinya, Pak Peter selalu menularkan kebaikan terjadap sesama,” ujar Hermawan Kartajaya.

Hadir dalam kesempatan ini, GM Operasional PT MSM dan PT TTN Scott Atkinson, Pimpinan Wilayah Bank Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia Ir Alex Juli Chang, pimpinan Pesona Bahari Indonesia yang mencarter Sriwijaya Air China-Manado, Communication and Media PT MSM Hery Rumondor, dan Johanis Untung CSR Relation PT MSM.(*/gel)

Kirim Komentar