18 Jul 2019 09:24

Enam Meninggal Dunia Pascagempa 7,2 SR di Halmahera

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COMKorban Gempa 7,3 Skala Richter (SR) yang terjadi Halmahera Selatan pada Minggu (14/7) dilaporkan telah menelan korban sebanyak 6 orang meninggal.

 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, dari keenam korban tersebut, lima korban meninggal diakibatkan reruntuhan bangunan, sedangkan satu korban meninggal di pengungsian.

"Satu korban meninggal dunia, Saima (90), warga Nyonyifi meninggal dunia di pengungsian daerah dataran tinggi di Desa Nyonyifi, Kecamatan Bacan Timur," kata Plh. Kapusdatin dan Humas BNPB Agus Wibowo kemarin (18/7) kepada Jawa Pos.

5 korban lain yang telah meninggal yakni Aisyah 54 tahun, asal Desa Ranga-Ranga, Gane Barat Selatan, Aspar Mukmat, 20 tahun, Desa Gane Dalam, Gane Timur Selatan, Sagaf Girato 50 tahun, asal Desa Yomen, Joronga. Aina Amin, 50 tahun, asal Desa Gane Luar Kecamatan Gane Timur Selatan. Serta Wiji Siang, 60 tahun, asal Desa Gane Luar Kecamatan Gane Timur Selatan.

Sementara itu, bantuan logistik terus mengalir untuk penanganan darurat. BNPB mengirimkan  1 unit helikopter Mi-8 untuk mendistribusikan bantuan seperti tenda keluarga dan barang lainnya. “Bantuan tenda lain telah disiapkan pengirimannya melalui pesawat Hercules yang tiba pada selasa malam (16/7),” kata Agus.

Selain pengiriman via udara, Agus mengatakan BNPB telah mengirimkan dukungan logistik melalui kapal. Bongkar muat dari kapal tanker ke kapal yang lebih kecil telah dilakukan. Sejauh ini Pemerintah Halmahera Selatan telah membentuk pos komando (posko) untuk melakukan penanganan darurat.

Dapur umum yang dioperasikan pemerintah daerah (pemda) yang dibantu TNI dan Polri untuk melayani 9 pos pengungsian di Kota Labuha. Pemerintah setempat menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari, terhitung 15 - 21 Juli 2019.

12
Kirim Komentar