17 Jul 2019 13:45
Kalapas Bantah Terjadi Pembiaran

Warga Binaan Tewas di Lapas Tahuna

MyPassion
Ilustrasi.(dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Salah seorang warga binaan JS (74) yang ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Tahuna, Minggu (14/7), meninggal dunia. Dari informasi dirangkum harian ini menyebutkan, kematian JS diduga karena sakit.

 

Namun anehnya, pihak keluarga yang hendak menjenguk JS, Minggu (14/7), pagi tidak diizinkan pihak Lapas. Kemudian siang harinya di hari yang sama, JS sudah dibawa ke rumah sakit (RS) dan dinyatakan meninggal.

Isu beredar, diduga ada pembiaran dari pihak Lapas. Terhadap warga binaan ini. Kepala Lapas Kelas II Tahuna Alfonsus Wisnu Ardianto dikonfirmasi membantahnya.

Ardianto menjelaskan alasan pihaknya melarang keluarga mengunjungi JS yang saat itu sedang sakit, sesuai aturan hari Minggu itu tidak ada jam berkunjung.

“Ini cerita sepihak. Pastinya kami tidak pernah melakukan pembiaran jika ada warga binaan yang sakit. Saya minta jangan ada informasi atau cerita sepihak,” tegasnya. Dia menambahkan, dari laporan yang diterima, bersangkutan (JS) sakit setelah mengikuti ibadah Minggu pagi di Lapas.

“JS sempat kambuh di dalam kamar sel. Warga binaan lain menyampaikan kondisi JS ke petugas dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa,” tukasnya.

Saat tiba di rumah sakit, JS sudah meninggal dunia.

“Almarhum meninggal karena jantung. Saat dibawa ke rumah sakit keluarga juga kami hubungi untuk bersama-sama ke rumah sakit,” bebernya.

Dirinya sempat kaget dengan kabar meninggalnya JS. Menurutnya, meskipun dengan umur yang sudah lanjut, JS dikenal warga binaan yang aktif dalam mengikuti kegiatan di Lapas.

“Saya juga kaget, yang bersangkutan ini saya kenal aktif dalam mengikuti kegiatan. Bahkan menurut petugas Lapas setelah mengikuti ibadah Minggu pagi, JS sempat melakukan pembicaraan dengan petugas

Lapas lainnya. Setelah itu masuk lagi ke kamar selnya,” ujar dia.

Ditambahkannya, terkait dengan tenaga medis di Lapas saat ini hanya ada satu orang perawat. Saat kejadian petugas medis ini sedang cuti melahirkan.

“Di lapas tahuna memang sampai saat ini hanya ada satu orang petugas perawat. Itu hanya paramedis bukan medis, jadi penindakan penanganan jika ada yang sakit itu sangat terbatas,” pungkasnya.(wan/gel)

Kirim Komentar