17 Jul 2019 14:23
Pemanfaatan Tak Jelas

Sentra IKM Sitaro `Angker`, Anggaran 10,3 M Mubazir

MyPassion
Gedung sentra IKM yang dibangun puluhan miliar tak berfungsi, sesuai yang diharapkan.(Don/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Pembangunan Gedung Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Pulau Siau, tepatnya di Kelurahan Paniki, Kecamatan Siau Barat, menuai sorotan warga. Pasalnya hingga saat ini, tidak ada pemanfaatan dari gedung berbanderol Rp. 10,3 Miliar tersebut.

Seperti yang dilontarkan Ketua Komisi Nasional Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan Cabang Sitaro Jedron Bawotong. Kata Bawotong, pembangunan Gedung Sentra IKM mubazir dan terkesan hanya menghambur-hamburkan anggaran.

"Jangan-jangan pembangunan infrastruktur dengan nilai fantastis ini, tidak memiliki persiapan matang. Karena harusnya Pemkab, dalam hal ini dapat berkoordinasi dan selayaknya memfasilitasi para pengguna atau IKM yang terdaftar secara legal. Bukannya membangun dulu, tapi tidak ada kejelasan siapa penghuninya. Atau memang dijadikan alasan saja, agar ada kejelasan penggunaan anggaran," sesalnya.

Ia pun mengatakan, harusnya pembangunan Gedung Sentra IKM ini, harus menjadi salah satu solusi alternatif yang nantinya dapat menunjang produksi komoditi unggulan daerah yakni Pala Siau, lewat produksi usaha yang dilakukan IKM.

"Kalau tidak difungsikan seperti ini, kan menjadi bahan pertanyaan," imbuhnya.

Sementara itu, Pengamat Kemasyarakatan Rega Gorahe menambahkan, pemerintah harusnya mampu melihat pengembangan dan pemberdayaan sarana dan fasilitas, apalagi pembangunan sarana dengan menggunakan anggaran yang tidak sedikit.

"Bukannya tiba saat tiba akal, membangun infrastruktur tanpa kajian tepat apalagi tanpa penggunaan yang jelas. Lebih baik digunakan untuk menambah jumlah fasilitas layanan publik, semisal puskesmas atau sekolah, jauh lebih bermanfaat kan," tuturnya.

Sekedar informasi pembangunan Gedung Sentra IKM tersebut menggunakan kucuran dana vertikal, lebih khusus  DAK Fisik, dengan alokasi masing-masing, Rp. 3,4 Miliar di Tahun 2017 dan Rp.6,9 Miliar setahun kemudian.(drp/jul)

Kirim Komentar