17 Jul 2019 10:13
Direalisasi Tahun Depan

Kartu Sakti Jokowi Nilainya 48 Triliun

MyPassion
Ilustrasi

Sementara itu, dalam sambutannya Presiden Joko Widodo menekankan agar RAPBN 2020 dirancang untuk mampu beradaptasi dengan suasana global yang dinamis. Ada sejumlah hal yang diingatkan sekaligus menjadi arahan Presiden dalam kesempatan itu.

Pertama, prioritas pemanfaatan anggaran dalam RAPBN 2020 lebih menyasar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Serta penyerapannya pada dunia usaha yang juga mampu memberikan stimulus bagi peningkatan ekspor dan investasi.

"RAPBN 2020 terutama kita prioritaskan untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia baik melalui pendidikan, kesehatan, dan pelatihan-pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan kebutuhan industri," ucapnya.

Kedua, preside meminta agar alokasikan anggaran kesehatan sebesar lima persen dapat benar-benar meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh Tanah Air. Apalagi, program peningkatan kualitas dan kapabilitas sumber daya manusia (SDM).

"Yang paling penting pemberantasan stunting, kurang gizi, keselamatan ibu hamil saat melahirkan, dan program imunisasi ini betul-betul harus menjadi fokus kita dalam pembangunan sumber daya manusia," tuturnya.

Sementara yang berkaitan dengan program pembangunan infrastruktur, Jokowi menekankan fokus pada penghubungan sentra-sentra yang bakal memiliki produktivitas tinggi.

"Baik itu kawasan ekonomi khusus, kawasan-kawasan pariwisata, kawasan industri kecil, kawasan-kawasan produksi persawahan, kawasan produksi pertanian, perkebunan, dan juga perikanan serta sentra-sentra usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah," kata Presiden.

Lebih jauh, Jokowi mengingatkan agar RAPBN 2020 juga dirancang untuk dapat mengurangi ketimpangan dengan menjadikan program-program jaminan atau bantuan sosial lebih terarah.

”Harus mampu mengurangi kemiskinan dan saya melihat yang namanya PKH, dana desa, dan nantinya kartu sembako ini betul-betul bisa menyasar pada yang membutuhkan, termasuk juga bantuan modal untuk pengusaha-pengusaha mikro," ujarnya.(***)

12
Kirim Komentar