16 Jul 2019 09:25

Sulut Prioritas, Jokowi Undang OD Rapat Terbatas di Istana

MyPassion
(dari kiri) Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo, kemarin, di Jakarta. (Humas Seskab)

MANADOPOSTONLINE.COM—Sektor pariwisata Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus menarik perhatian Presiden Joko Widodo. Dalam rapat terbatas (ratas) yang dipimpin langsung presiden didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, kembali Sulut diangkat. Ratas yang dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey memang mengagendakan pengembangan destinasi pariwisata prioritas.

 

Sulut salah satunya. Ratas ini juga dihadiri jajaran menteri di Kabinet Kerja. Yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata Arif Yahya, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Presiden Jokowi meminta jajarannya mengembangkan sejumlah destinasi pariwisata yang menjadi prioritas. “Saya sudah kunjungi beberapa daerah dan lihat langsung progres dan pengembangan destinasi wisata. Pertama saya pergi ke Mandalika, Danau Toba, Manado, Labuan Bajo. Saya nggak ke Borobudur karena sudah pernah bolak balik ke sana sudah tahu masalahnya,” kata Jokowi.

Jokowi menuturkan, setelah melakukan peninjauan ke sejumlah destinasi wisata tersebut, Jokowi pun menemukan sejumlah masalah di lapangan yang harus segera diselesaikan.

Pertama yakni adanya masalah pengaturan dan pengendalian tata ruang, seperti di destinasi wisata Sulawesi Utara, Labuan Bajo, dan Danau Toba.

Selain itu, Presiden juga meminta agar jajarannya membenahi infrastruktur penghubung kawasan wisata. Seperti terminal, bandara, runway, dermaga pelabuhan, dan lainnya. “Saya lihat misalnya di Labuan Bajo, Manado, ini semua perlu dibenahi secepatnya,” ujar dia.

Jokowi pun meminta menterinya agar segera menyelesaikan masalah-masalah tersebut pada tahun depan. Sebab, terdapat potensi besar pariwisata yang dapat menarik berbagai wisatawan baik mancanegara dan domestik.

Tak hanya itu, Jokowi menginstruksikan penyediaan fasilitas layak bagi pengunjung di berbagai tempat wisata yang akan dikembangkan. Karena itu, ia menginstruksikan pemerintah daerah untuk turut melakukan pembenahan fasilitas-fasilitas umum.

Pengembangan pariwisata, lanjut Jokowi, juga perlu didukung dengan kemampuan sumber daya manusia yang baik. Sebab itu, Jokowi meminta agar diselenggarakan pelatihan terhadap para karyawan hotel, pedagang, dan masyarakat lainnya untuk meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan.

“Berkaitan produk yang ada di situ, berkaitan dengan pasar, pasar seni, kemudian budaya yang perlu ditampilkan. Banyak sekali yang masih perlu dikerjakan. Misal tarian budaya tradisi yang ada, dari sisi materialnya bagus tapi mohon ini di Bekraf beri suntikan di desain pakaian, kostum, dan lain-lain,” ujarnya.

Jokowi meminta agar promosi destinasi wisata baru ini dilakukan secara besar-besaran. Sehingga masyarakat mendapatkan manfaat dari pengembangan destinasi wisata di daerahnya.

Usai ratas, Gubernur Olly mengapresiasi perhatian Presiden Jokowi atas pengembangan pariwisata Sulut. “Presiden Jokowi ingin mendengarkan secara langsung permasalahan di daerah masing-masing terkait percepatan pengembangan pariwisata. Provinsi Sulut ingin mendatangkan turis sebanyak-banyaknya,” kata Olly.

Olly menuturkan, Pemprov Sulut akan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Likupang Kabupaten Minahasa Utara yang pernah dikunjungi oleh Presiden Jokowi belum lama ini. Tambah Olly, nantinya di Likupang akan dibangun untuk pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata di Sulut meliputi jalan dan pelabuhan jet.

“Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata ini jika didorong oleh pemerintah pusat pasti akan mampu mendatangkan turis sebanyak satu juta per tahun,” beber Olly, sebagaimana dikutip dalam rilis Humas Pemprov Sulut.

Diketahui, selain Gubernur Olly, hadir pula lima orang kepala daerah, yaitu Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.(gel)

 

Kirim Komentar