16 Jul 2019 13:20
WTP Berturut-Turut Pemkot Tomohon Tercoreng

Staf Ahli Wali Kota `Nginap` di Malendeng

MyPassion
TJP usai menjalani panggilan Kejari Tomohon, setelahnya dikirim ke Rutan Malendeng.(Wailan/Manado Post Online)

MANADOPOSTONLINE.COM—Kasus korupsi di PD Pasar Tomohon jadi bidikan utama korps baju cokelat. Bahkan, dalam waktu dekat kasus yang menyeret sejumlah rekanan serta pejabat dekat Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman, bakal dilimpahkan ke meja hijau. Miris, apalagi di tengah euforia penganugerahan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diterima Pemkot Tomohon enam kali berturut-turut. Satu-persatu pimpinan hingga pejabat Eselon II Kota Bunga tersandung kasus korupsi.

Terbaru, Senin(15/7) kemarin, bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Tomohon, jaksa penyidik telah melaksanakan penyerahan tersangka dan Barang Bukti Tahap II kepada jaksa penuntut umum. Tak lain soal,  kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pengelolaan anggaran keuangan di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Tomohon, Tahun Anggaran 2016.

Tersangka, TJP yang kala itu menjabat Plt. Direktur Utama PD Pasar Tomohon selang waktu Maret Tahun  2016 sampai dengan Juni 2016 silam. Terpaksa harus memenuhi panggilan Kejari Tomohon, atas dasar Surat Perintah Penahanan bernomor 11/R.1.15/Ft.1/07/2019. Alih-alih menjalankan tugasnya Staf Ahli Wali Kota, TJP bisa terancam pidana penjara maksimal 20 tahun.

Diketahui sebelumnya, pada pekan lalu sudah ada dua tersangka kasus korupsi serupa, juga telah ditahan oleh Kejari Tomohon.

TJP diduga menyalahi aturan dengan melakukan peminjaman dari kas PD Pasar sebesar Rp.175 juta pada 2016 silam, untuk keperluan pribadi.  

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon Edy Winarko melalui Kasi Intel Wilke Rabeta menuturkan akibat perbuatannya, yang bersangkutan disangkakan Pasal 2 juncto Pasal 18 UU nomor 31/1999 subsidair Pasal 3 junto Pasal 18 UU 31/1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Ancaman hukuman pasal 2 minimal 4 tahun maksimal 20 tahun penjara sedangkan pasal 3 minimal satu tahun maksimal 20 tahun penjara,” terang Rabeta.

Lanjutnya saat ini tersangka dikirimkan ke Rutan Klas II Malendeng untuk dilakukan penahanan selama 20 hari. “Berkas perkara dalam waktu dekat dikirim ke pengadilan, karena tempat kejadian dan saksi-saksinya sama. Kemungkinan akan dilakukan sidang bersamaan dengan dua tersangka sebelumnya yakni HK dan RN,” lanjutnya.

Disinggung soal upaya pengembalian dana pinjaman yang digunakan TJP. Rabeta mengatakan, hal tersebut tak serta merta menghilangkan tuntutan atas perbuatan yang dilakukan.

"Benar, tersangka sudah melakukan upaya pengembalian namun proses pidana wajib tetap berlanjut," pungkasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan administrasi dan kesehatan TJP didampingi kuasa hukum dan Kepala Bagian Hukum Setdakot Tomohon, keluar dari ruangan dan menuju parkiran depan kantor Kejari. Dengan menggunakan seragam khaki, menaiki kendaraan untuk diantar ke Rutan Klas II Manado.(mwa/jul)

Kirim Komentar