16 Jul 2019 15:13

Program Pemkot Bitung Ini Diharapkan Bisa Selamatkan Generasi Muda

MyPassion
Jeanete Watuna

MANADOPOSTONLINE.COM--Sebagai kota layak anak di Tahun 2017 menurut data yang diperoleh dari dinas Capil,  kota cakalang punya 17 kasus pernikahan dini. 14 kasus seksual dan satu penelantaran anak serta sembilan belas kasus penggunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif, red), pada kelompok usia 0-7 beberapa kasus terlebih dahulu terexpose di media sosial.

 

Kepala Dinas (Kadis) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Dr. Jeanete Watuna  mengatakan, untuk data tahun 2018 belum ada. "Data pernikahan dini tahun 2018, belum kami ambil dari dinas catatan sipil (capil),"katanya.

Pemerintah Kota melalui dinas DPPKB, jalankan program melalui sekolah hingga tempat-tempat ibadah yang bertujuan mengurangi dan mengantisipasi angka pernikahan dini, seks pra nikah hingga pengunaan NAPZA.

Sementara itu, Jeanete juga membenarkan tentang Adanya lonjakan kasus pernikahan dini, seks bebas dan Penggunaan NAPZA, tahun 2017 ke Tahun 2018.

"Data perkawinan dini di sini(dinas DPPKB,red), agak lumayanlah. Sesuai Nilai ditahun 2018 ada sekitar 40 kasus narkoba yang didalamnya termasuk lem ehabon, untuk nilai nikah dini dan sex pra nikah masih dibelasan," ujarnya saat dikonfirmasi oleh Manado Post Online, di ruang kerjanya, Selasa,(16/7).

Lanjut Jeanete, dari Dinas DPPKB telah jalankan program MaMa Bahagia yang punya tim gerak cepat, sudah terbentuk dari 2018 lalu, yang dilaunching (diluncurkan,red) langsung oleh Walikota Maximiliaan J. Lomban. Mempunyai tiga target yaitu, mengurangi pernikahan dini, narkoba dan sex bebas." Tujuan utama meminimalisir hingga zero (Nol,red) Pernikahan dini,  zero Narkoba hingga zero Sex pra nikah,"ucapnya.

Tambah Jeanete, sebelum program MaMa Bahagia, adapun satu kelompok dibawa asuhan Dinas DPPKB, dengan nama Forum Pusat Informasi Konseling–Remaja (PIK_R) yang ada di sekolah dan di tempat ibadah.

" Rencananya, remaja di kota Cakalang ini diberdayakan untuk tiga bekerja sebagai penemu, pelapor dan pelurus. Penemu berfungsi mereka mencari kasus. Pelapor fungsinya jika sudah ada kasus, mereka teruskan ke instansi terkait tergantung dari badan kasusnya. Dan untuk Pelurus  kalau masih bisa ditangani, mereka bertugas untuk mencegah sebelum terjadinya kasus. Forum ini juga diresmikan oleh walikota bersamaan dengan peresmian  gedung perempuan dan anak 2017 lalu," tuturnya.

Jelas Jeanete, Harapan dari program-program ini, remaja-remaja kota Cakalang punya rencana dan tujuan yang baik untuk masa depan. "Dengan adanya program ini, kami dari pemerintah berharap kasus-kasus tidak akan bertambah dan anak-anak bisa rencanakan dengan baik sekolah serta pernikahannya,"tutupnya .(Ctr-62)

Kirim Komentar