16 Jul 2019 08:29
Persentase Kenaikan Tembus 6 Besar se-Indonesia

Aduh!! Rilis BPS, Penduduk Miskin di Sulut Bertambah

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka orang miskin di Sulawesi Utara (Sulut). Dibanding September 2018, terjadi kenaikan 0,07 persen. Atau meningkat tipis di angka 2.650 ribu. Bahkan kenaikan persentase penduduk miskin di Sulut masuk dalam enam besar secara nasional.

 

Dengan begitu, persentase penduduk miskin di Sulut pada bulan Maret sebesar 7,66 persen. “Ini terendah se-Sulawesi dan berada di bawah nasional yang besarnya 9,41 persen,” beber Kepala BPS Sulut Ateng Hartono, melalui rilis resminya.

Kendati demikian, Ateng mengakui angka kemiskinan Sulut tersebut meningkat  sekitar 0,07 poin dibandingkan September 2018 yang besarnya 7,59 persen.

Sedangkan jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2018 atau Maret 2018 yang mencapai 7,80 persen, berarti mengalami penurunan sebesar 0,14 poin.

Lebih lanjut disebutkan Ateng, peningkatan penduduk miskin Maret 2019 dibandingkan September 2018 disebabkan meningkatnya jumlah penduduk miskin di perkotaan.

Maret 2019 penduduk miskin di perkotaan 65,49 ribu jiwa. Atau sekitar 5,01 persen dari total penduduk perkotaan. Sedangkan September jumlah penduduk miskin perkotaan 62,11 ribu jiwa atau 4,82 persen.

Sebagai bahan perbandingan, jumlah penduduk miskin di pedesaan September 2018 sebanyak 126,93 ribu atau sekitar 10,57 persen dari total penduduk di pedesaan. Maret tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 126,20 ribu atau sekitar 10,56 persen dari total penduduk pedesaan.

Tambah dia, peningkatan penduduk miskin di perkotaan ternyata juga diikuti peningkatan indeks kedalaman kemiskinan. Dari 0,627 bulan September 2018 menjadi 0,773 Maret 2019. Hal tersebut berarti rata-rata pengeluaran penduduk miskin di perkotaan cenderung semakin jauh dari garis kemiskinan.

Demikian juga indeks keparahan kemiskinan perkotaan Maret 2019. Lebih tinggi dibandingkan September 2018. Masing-masing nilainya 0,112 menjadi 0,158. Artinya, ketimpangan rata-rata pengeluaran antara penduduk miskin di perkotaan semakin melebar.

Adapun untuk pedesaan, indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan Maret 2019 lebih rendah dibandingkan September 2018. Hal ini berarti rata-rata pengeluaran penduduk miskin pedesaan mendekati garis kemiskinan. Serta ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin semakin rendah.(tr-02/jul)

Kirim Komentar