15 Jul 2019 14:16

Pengucapan Syukur, Poigar Dua Hari Gelap

MyPassion
Suasana di Desa Poigar yang berpengucapan dalam kegelapan karena listrik padam sejak Sabtu pagi hingga Minggu malam.(Rangga/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Pengucapan syukur di Minsel tidak sepenuhnya 'terang'. Hal itu dirasakan sebagian warga Minsel khususnya di Kecamatan Sinonsayang, tepatnya di Desa Tanamon, Desa Poigar dan Desa Durian.

 

Warga mengeluhkan pemadaman listrik sejak hari Sabtu sekira pukul 10.00 WITA hingga Minggu malam. Padahal hari Minggu kemarin warga Minsel merayakan pengucapan syukur.

"Sangat disayangkan, sejak Sabtu jam 10 pagi di sini listrik sudah padam. Padahal kami hari ini merayakan pengucapan syukur, hampir saja ikan-ikan yang akan kami masak busuk karena tidak bisa gunakan lemari es," keluh Meidy Wuwungan warga Desa Poigar, Minggu (14/7).

Senada dikeluhkan Reza Toloh warga Poigar Dua. Dia mengeluhkan adanya pemadaman listrik di saat pengucapan syukur. “Rasa-rasanya kami mau pergi ke kantor PLN untuk mengeluhkan ini. Kami terpaksa masak nasi gunakan konfor gas karena listrik padam. Saat ini pun kami berpengucapan syukur dengan kegelapan. Padahal kemarin pihak PLN berjanji tidak ada pemadaman," keluhnya.

Saat dikonfirmasi via pesan singkat, Humas PLN Suluttenggo mewakili PLN Cabang Inobonto memohon maaf atas pemadaman karena adanya gangguan jaringan listrik. “Memang benar di daerah Sinonsayang ada pemadaman yang cukup lama. Karena ada gangguan jaringan listrik yang diakibatkan oleh faktor alam yaitu kencangnya angin selatan. Kami sedang mendeteksi penyebabnya kalau sudah ditemukan akan langsung kami perbaiki," tukasnya semalam.(rgm/gnr)

Kirim Komentar