15 Jul 2019 09:48

Jatuh Dekat Kolam, Siswa Berprestasi Sulut Meninggal

MyPassion
Korban Efraim Ponomban saat masih dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Yogyakarta. Hari ini jenazah dimakamkan di kampung halamannya, di Minahasa Tenggara. Foto lain Efraim semasa hidup. (Dok. Pribadi)

Dunia pendidikan Sulawesi Utara berduka. Salah satu siswa SMK berprestasi asal Kabupaten Minahasa Tenggara, meninggal di sela kompetisi antarpelajar di Yogyakarta.

Laporan: Hesly Marentek, Balladewa Setlight

EFRAIM Ponomban (korban) adalah siswa utusan Sulut pada bidang perlombaan autobody repair. Ia tergelincir dan jatuh dekat kolam renang Hotel Cavinton. Tempat para peserta Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK ke-XXVII menginap.

Siswa kelahiran Desa Bunag ini menghembuskan nafas terakhir setelah mendapat perawatan intens selama kurang lebih 26 jam di RS Muhamadiyah Yogyakarta. Hal ini diungkap Kepala SMK Negeri 1 Touluaan Fecky Lintong.

“Efraim mengalami musibah kecelakaan di hotel hari Jumat pukul 15.40. Besoknya, Sabtu pukul 17.15 WIB, Efraim menghembuskan nafas terakhir,” ungkap Lintong saat diwawancarai Manado Post kemarin.

Dikatakan Lintong, sebelum mengalami musibah, Efraim bersama seorang siswa asal Minahasa, dari kamar lantai dua bermaksud turun menuju kolam renang di lantai satu. Karena saat itu listrik padam, sehingga keduanya melewati tangga darurat.

Sebelum menuju ke tangga, Efraim bermaksud melihat ke kolam. “Efraim yang hanya menggunakan sendal hotel, tergelincir dan langsung jatuh dari lantai dua ke area kolam renang lantai satu, dengan ketinggian diperkirakan tujuh meter,” tukasnya.

Jenazah Efraim sendiri sejak diterbangkan ke Manado, awalnya disemayamkan di SMK Touluaan. Selanjutnya dibawa ke Desa Bunag tempat Efraim bersama kakaknya tinggal.

“Jenazah Efraim awalnya sementara disemayamkan di SMK Touluaan. Tapi dibawa ke Desa Bunag, Kecamatan Touluaan Selatan tempat tinggal Efraim," sambung Camat Touluaan Selatan Silvia Makaenas.

12
Kirim Komentar