15 Jul 2019 14:08

Gara-gara ini, 10 Miliar Bantuan Pusat Untuk Sangihe Terancam Hangus

MyPassion
Jopy Thungari

MANADOPOSTONLINE.COM—Kabupaten Kepulauan Sangihe mendapat alokasi DAK non fisik Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Rp 19,6 miliar. Ini diperuntukkan bagi 17 puskesmas.

Beredar informasi, dana yang turun baru tahap 1. Sekitar Rp 8 miliar. Itupun belum keseluruhan dicairkan. Tahap selanjutnya terancam tak terealisasi. Karena batas pencairan 1 Juli 2019 dengan catatan dana yang harus diserap minimal 60 persen dari tahap 1. Atau sekitar Rp 4,8 miliar.

“Apabila belum cair 60 persen, maka tahap dua sekira 10-11 miliar tidak akan turun,” ungkap sumber. Lanjutnya, terhambatnya pencairan dana ini akibat pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sangihe lamban.

"Dinkes justru lambat memimpin dan mengkoordinasikan ke seluruh Puskesmas. Sehingga proses pencairan menjadi sangat lambat. Jika dana tahap selanjutnya tidak turun, berpotensi merugikan daerah. Karena mempengaruhi operasional pelayanan kesehatan di semua puskesmas,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sangihe dr Jopy Thungari saat dikonfirmasi, membantah jika pihaknya terlambat mengurus. “Bukan dari Dinkes. Puskesmas yang terlambat memasukkan laporan. Karena dana itu langsung masuk ke rekening puskesmas," tepis Thungari.

Jelasnya, Dinkes hanya mengurus laporan dari Puskesmas. Bila sudah masuk akan diperiksa. Apakah laporan tersebut sudah benar. "Dana ini sementara realisasi. Jadi kami harus memeriksa laporan yang diserahkan dari Puskesmas. Bukannya kami menerima laporan tersebut asal-asal,” kuncinya.(wan/gel)

Kirim Komentar