15 Jul 2019 09:56

BI Gelar Seminar Nasional, Dorong Investasi Dukung Sektor Industri

MyPassion
Kepala perwakilan BI Sulut Arbonas Hutabarat Saat Membawakan Materi Perkembangan Perekonomian di Sulut, Senin(15/7). (Gabriella/MPO)

MANADOPOSTONLINE.COM - Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, menggelar kegiatan Seminar Nasional bertemakan 'Mendorong Investasi yang Mendukung Sektor Industri di Provinsi Sulawesi Utara' dalam menyikapi perkembangan dan tantangan perekonomian di Sulut, Senin(15/7).

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulut Arbonas Hutabarat menyampaikan, giat ini dilakukan untuk melihat perkembangan perekonomian global maupun nasional, yang sedikitnya berpengaruh terhadap perekonomian di Sulut.

Yang diikuti dengan penurunan penurunan harga komoditas di pasar internasional yang telah berdampak pada turunnya permintaan terhadap komoditas ekspor unggulan Sulut yaitu Kopra.

"Hal ini juga berdampak pada penurunan kinerja ekspor Sulut yang berpengaruhi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut," ucap Arbonas, disela sambutannya.

Secara tidak langsung, lanjut dia perkembangan perekonomian global maupun nasional telah berimbas pada menurunnya investasi, khususnya di sektor-sektor industri orientasi ekspor Sulut.

"Namun yang terlihat pertumbuhan tersebut masih dapat didorong lebih tinggi. Perkembangan terakhir, perekonomian Sulawesi Utara tahun 2018 tumbuh sebesar 6,01%. Pertumbuhan tersebut merupakan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara terendah selama 5 tahun terakhir. Perlambatan konsumsi rumah tangga dan investasi ditengarai menjadi penyebab utama perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut," sebutnya.

Dirinya pun menambahkan, risiko yang membayangi lapangan usaha utama yang potensial ditransmisikan pada konsumsi rumah tangga yang tumbuh lebih rendah dari perkiraan mendorong perlunya mencari sumber pertumbuhan ekonomi lainnya, salah satunya melalui investasi.

"Potensi multiplier effect dari pertumbuhan investasi, khususnya di sektor industri potensial pada gilirannya akan mendrong pertumbuhan sektor ekonomi lainnya," ujar dia.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian Provinsi Sulut Rudi Mokoginta menambah karakteristik Provinsi Sulut sebagai provinsi kepulauan yang berbatasan dengan negara tetangga Filipina, memiliki dukungan potensi sumber daya alam yang melimpah seperti pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan serta parawisata.

"Sulawesi Utara sangat strategis dalam konteks perdagangan regional bahkan internasional, yakni sebagai jalur perdagangan dunia dan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Namun demikian untuk memajukan daerah tentunya diperlukan keterlibatan atau peran serta segenap komponen masyarakat," tambahnya menjelaskan.

Diketahui, sebelum dilakukan seminar nasional, dilakukan acara pelantikan pengurus ISEI Manado Sulut periode 2019-2022. Prof Dr Paulus Kindangen SE SU MA sebagai Ketua ISEI Cabang Manado Sulut. Pelantikan dilakukan Ketua IV PP ISEI Pusat dan anggota Badan Supervisi Bank Indonesia, M Edhie Purnawan PhD. Hadir pula Wakil Ketua ISEI Cabang Manado, Dr Tri Oldy Rotinsulu dan Sekretaris Dewan KEK Provinsi Sulut Kadis Perindag Ir Jenny Karouw MSi dengan moderator Dr Herman Karamoy.(gab)

Kirim Komentar