12 Jul 2019 13:26

Tsunami Intai Lembean Timur, Warga Desak Alat Pendeteksi Dipasang

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM--Pasca Gempa bumi yang terjadi,  Minggu (7/7) lalu, dengan kekuatan 7,1 SR  serta diikuti pemberitahuan soal potensi terjadinya tsunami. Membuat perasaan warga di Lembean Timur was-was.

Bahkan, mayoritas dari mereka dengan kendaraan seadanya, memilih menghindar dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Wajar, letak pemukiman daerah di sini mayoritas berada persis dan di seputaran bibir pantai.

Olehnya, sejumlah warga di Kecamatan Lembean Timur, Alim Hasyim meminta kepada pemerintah untuk menyediakan alat pendeteksi tsunami. Bukan apa-apa, sebagian warga mengaku trauma pasca kejadian beberapa waktu lalu.

”Informasi adanya potensi tsunami hanya diketahui melalui media sosial dan media elektronik, untuk itu kami berharap pemerintah bisa memasang alat pemantau dan peringatan dini apabila adanya potensi tsunami di pesisir pantai timur Kabupaten Minahasa. Apalagi dukungan informasi lewat jaringan seluler, tak kadang kurang bersahabat," keluhnya.

Lanjut Hasyim, dengan adanya alat pendeteksi tsunami dan peringatan awal akan adanya potensi tsunami, ada langkah antisipasif yang nantinya bisa dilakukan warga.

”Karena sebelum ada pemberitahuan dari pemerintah atau pihak BMKG, kalau sudah ada alat pendeteksi kami jelas sudah tahu dan waspada," ujarnya lagi.

Sementara itu, Camat Lembean Timur Carlo Wagey membenarkan bahwa untuk pesisir pantai timur Kabupaten Minahasa tidak ada alat pendeteksi yang dapat memberi peringatan awal akan bencana tsunami di wilayah tersebut.

”Pihak kecamatan akan langsung melaporkan ke instansi terkait akan pentingnya pemasangan alat pendeteksi, serta alat peringatan awal akan bahaya tsunami di wilayah pesisir pantai timur Kabupaten Minahasa, Hal ini guna menghindari korban jiwa apabila terjadi bencana tsunami di pesisir pantai timur Kabupaten Minahasa,” sebutnya.

Dikatakan Wagey lagi, pihak Kecamatan sudah pernah meminta kepada BPBD Minahasa namun hal tersebut ternyata harus langsung disampaikan ke pihak  BMKG.

"Oleh karena itu kami sedang mempersiapkan berkas permintaan pemasangan alat pendeteksi tsunami ke pihak BMKG. Ini memang permintaan warga sejak lama," pungkas dia (tr-03/jul)

Kirim Komentar