11 Jul 2019 12:07

Tertutup, KPK `Kuliti` Sistem Pemerintahan Talaud

MyPassion
Anggota KPK Wilayah IX (paling kanan) usai melaksanakan Sosialisasi Pencegahan Korupsi di Talaud, Rabu (10/7) kemarin.(Ridel Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Komisi antirasuah atau KPK kembali menyambangi Kabupaten Talaud. Satu tujuannya, meminimalisir para pejabat  tak 'menilep' uang negara. Lewat kegiatan Pelaksanaan Program Pencegahan Korupsi Bidang Optimalisasi Pendapatan Daerah di Lantai II Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Rabu (10/7) kemarin.

Dari pantauan, sosialisasi pencegahan yang dilakukan KPK ini dilakukan secara tertutup dan dihadiri seluruh SKPD. Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Petrus Simon Tuange saat diwawancarai di sela gelaran  menyatakan, kedatangan KPK hanya melakukan sosialisasi pencegahan korupsi.

"Dan saat ini kebetulan KPK mempunyai jadwal untuk datang di Talaud,  yang datang dari Divisi Pencegahan KPK. Berkeinginan untuk tatap muka bersama para penyelenggara pemerintahan yang ada di Talaud," terangnya.

Lebih jauh, kata dia,  KPK 'menguliti' teknis  rancangan APBD.  Harus betul-betul terintegrasi masuk dalam sistem, selain itu juga menyentil pengadaan barang dan jasa agar segera di buat terkoneksi dengan sistem online.

"Sementara untuk Anggota KPK lainnya,   melakukan pantauan terkait barang dan jasa yang ada di kantor ULP. Selain itu, mereka juga mengevaluasi soal sistem perizinan agar tak terjadi kontak bodi dengan unit penyelenggara  dengan masyarakat yang melakukan permohonan. Biar  PAD yang diterima  jelas sumbernya." terangnya.

Sementara itu,  Kordinator KPK Wilayah IX Budi Waluya mengatakan, kegiatan ini lebih menitikberatkan pencegahan. Karena dari Pemda sendiri ada program pencegahan terintegrasi.

"Totalnya ada  delapan area atau sistem yang akan kami evaluasi. Antara lain, perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, perizinan, peningkatan kapabilitas inspektorat, manajemen SDM, Dandes, pendapatan dan menajemen barang milik daerah." terangnya.(tr-04/jul)

Kirim Komentar