11 Jul 2019 11:22
Supit: Ada Lulusan Pilih-pilih Pekerjaan

Pengangguran di Manado Bertambah

MyPassion
Ilus.(dok Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Pengangguran di Kota Manado bertambah. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Kota Manado tahun 2017 sebanyak 18 ribu. Naik menjadi 20 ribu di 2018.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Manado Donald Supit mengatakan, bertambahnya angka pengangguran ini karena setiap tahun banyak lulusan SMA/SMK dan sarjana yang belum mendapatkan pekerjaan.

“Penyebabnya karena ada lulusan sarjana pilih-pilih pekerjaan. Mereka mau jadi PNS. Tidak suka karyawan swasta. Kemudian untuk lulusan SMA/SMK, belum terserap di lapangan pekerjaan karena tidak memiliki keterampilan,” ujarnya.

Di samping itu, banyak sarjana belum bekerja karena tidak sesuai bidang ilmu atau keterampilan yang diminta pihak perusahaan. “Ke depan harus sinkron. Supaya lulusan perguruan tinggi bisa langsung bekerja ketika lulus,” ujarnya.

Dia mengatakan, akan mengoptimalkan Balai Latihan Keterampilan (BLK) yang sudah dibangun untuk memberikan pelatihan kepada lulusan SLTA dan sarjana agar mendapatkan keterampilan. “Agar terserap di lapangan pekerjaan,” katanya.

BLK belum memiliki fasilitas penunjang. Pihaknya telah mengusulkan anggaran di APBD Perubahan. Jika tidak terakomodir akan diajukan di APBD 2020.

Terpisah, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Manado Sony Lela mengakui gedung BLK yang sudah dibangun empat tahun lalu dengan anggaran Rp 10 miliar belum difungsikan. “Belum ada sarana dan prasarana penunjang,” katanya. Dia meminta, pemerintah menata anggaran untuk kelengkapan fasilitas penunjang BLH. Supaya warga Manado yang pengangguran dapat diberikan pelatihan dan keterampilan untuk bekerja. “Karena sekarang banyak orang dari luar yang bekerja Manado. Jangan sampai lapangan pekerjaan di Manado diambil orang luar dan warga Manado cuma jadi penonton,” pungkasnya.(ite/gel)

Kirim Komentar