11 Jul 2019 08:34

Dua Eks Direksi PD Pasar Ditahan `Baju Coklat`

MyPassion
Dua tersangka kasus Korupsi PD Pasar Tomohon saat dilakukan penahanan oleh Kejari Tomohon. (Dok Kejari Tomohon)

MANADOPOSTONLINE.COM — Dua eks pejabat Perusahan Daerah (PD) Pasar Tomohon yang terlilit kasus dugaan tindak pidan korupsi(tipikor) akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon pada Rabu(10/9) malam.

Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Tomohon telah melaksanakan penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tomohon, atas kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran keuangan di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Beriman Kota Tomohon selang waktu Januari 2015 sampai dengan Maret Tahun 2016.

Penyerahan tersangka HK selaku Direktur Utama PD Pasar Kota Tomohon selang waktu Januari 2015 sampai dengan Maret Tahun 2016 dan tersangka RN selaku Direktur Umum PD Pasar Kota Tomohon selang waktu Januari 2015 sampai dengan Januari Tahun 2016.

Kepala Kejaksaan Negeri Tomohon melalui Kasi Intel Wilke Rabeta menuturkan keduanya disangka melanggar Primair Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang – Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Subsidiair Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang – Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Tersangka HK, pada saat menjabat sebagai Direktur Utama PD Pasar telah melakukan peminjaman dari Kas Perusahaan pada Tahun Anggaran 2015 dan Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp. 218.951.500, Sedangkan Tersangka RN pada saat menjabat sebagai Direktur Umum telah melakukan peminjaman dari Kas PD Pasar Tahun Anggaran 2015 dan Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp.199.833.000.

Atas perbuatan tersebut keduanya berpotensi dikenai hukuman sesuai pasal 2 minimal 4 tahun maksimal 20 tahun dan pasal 3 minimal 1 tahun maksimal 20 tahun,” urai Rabeta.

Keduanya telah dilakukan penahanan oleh Kejari Tomohon. “Untuk tersangka HK dilakukan penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Manado di Tomohon selama 20 hari, sedangkan tersangka RN dikarenakan sakit dilakukan penahanan rumah selama 20 hari,” tukasnya.(wam)

Kirim Komentar