10 Jul 2019 09:40

Makin Bersinar, Inilah Deretan Jenderal Kawanua di Polri

MyPassion

Ada banyak putra Sulut sukses berkarir di Mabes Polri. Para jenderal Kawanua ini pun bisa jadi panutan untuk generasi muda di Sulawesi Utara (Sulut).

WARGA Sulut patut berbangga. Daerah ini punya banyak jenderal ‘bersinar’ yang tugas di korps pimpinan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian tersebut.

Mulai dari Irjen Pol Carlo Brix Tewu yang kini dipercaya menjadi Deputi V Bidang Koordinasi Kamtibmas Kemenko Polhukam. Kemudian Irjen Pol Petrus Golose (Kapolda Bali). Irjen Pol Royke Lumowa (Kapolda Maluku). Irjen Pol Teddy Minahasa (Staf Ahli Manajemen Kapolri).

Selanjutnya ada nama Brigjen Pol Ferdie Mirah (Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri). Lalu Brigjen Pol Arthur Tampi (Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri). Hingga Brigjen Pol Tommy Watuliu yang menjabat Direktur Deteksi Dini Deputi Bidang Intelijen Siber BIN.

Nama-nama lain yang kinerjanya membuat harum bumi Nyiur Melambai, Direktur Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN Brigjen Pol Victor Jefri Lasut, Wakapolda NTT Brigjen Pol Victor Manoppo, dan Seslem Sespim Polri Lemdikpol Brigjen Pol Bonifasius Tampoi.

Pertama Irjen Pol Carlo Tewu. Mantan Kapolda Sulut tersebut, kini dipercaya pemerintah menjadi Deputi V Bidang Koordinasi Kamtibmas Kemenko Polhukam. Karier Tewu dalam kepolisian cepat melesat berkat prestasi yang dicapainya.

Tahun 2001, Tewu yang merupakan anggota Tim Kobra beserta perwira lainnya berhasil menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra (mantan) Presiden Soeharto.

Berkat sukses menangkap Tommy, Tewu termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa. Ia juga pernah menjabat Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Barat sejak 2017 silam.

Nama Irjen Pol Petrus Golose juga bersinar. Lulusan Akpol 1988 ini, hingga kini masih menjabat Kapolda Bali. Golose termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Bareskrim, bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Mereka berhasil melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, November 2005 silam.

Selain itu, ia turut serta sebagai Peace Keeping Force (UN CIVPOL) di Kamboja-UNTAC (1993) dan Bosnia (2000-2001). Golose juga aktif berpartisipasi sebagai peserta dan pembicara di dalam seminar, kursus, workshop yang berkaitan dengan money laundering, cybercrime, pemberantasan narkoba dan teroris di dalam dan luar negeri.

Selain itu, ia juga terlibat dalam penyidikan internasional di Singapura, Malaysia, AS, Jepang, Timor Timur, New Zealand, Amerika Selatan, Kamboja, Thailand dan Filipina.

Ia aktif terlibat dalam panitia kerja dan panitia khusus sebagai wakil dari Pemerintah RI dalam merumuskan RU Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diundangkan menjadi UU No. 11 Tahun 2008 pada tanggal 21 April 2008.(gnr)

Kirim Komentar