09 Jul 2019 08:31
Runtuwene Cs Punya Peluang

Tujuh Srikandi Ramaikan Bursa Pilwako

MyPassion
Grafis.(dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Pemilihan Wali Kota Manado (Pilawako) mulai memanas. Bursa pencalonan ramai. Sejumlah nama srikandi bermunculan.

 

Informasi yang dihimpun, ada tujuh kaum perempuan dari latar belakang berbeda, bakal bertempur di Pilwako Manado 2020-2024. Sebut saja Rektor Unima Julyeta Runtuwene. Posisinya dianggap sangat kuat. Karena didukung Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut, yang sudah menjabat dua periode.

Selain itu ada nama Felly Runtuwene. Anggota DPRD Provinsi Sulut yang berhasil lolos menjadi anggota DPR RI dari Dapil Sulut ini juga diperhitungkan. Kemenangan dalam Pileg menjadi modalnya turun di Kota Manado. Posisinya juga di Partai Nasdem tak tergoyahkan. Karena sebagai Koordinator Wilayah Sulawesi Partai Nasdem.

Ketua DPRD Manado Noortje Van Bone layak diperhitungkan. Politikus Partai Demokrat tersebut memiliki basis massa riil di wilayah Sario-Malalayang. Buktinya dalam Pileg baru-baru, Van Bone jadi peraih suara terbanyak.

Dari kalangan pengusaha ada nama Sonya Kembuan. Namanya belum dikenal luas masyarakat Manado. Tetapi faktor finansial akan membuat Sonya Kembuan dikenal masyarakat. Dia juga bisa menjadi pendatang baru di panggung politik yang patut diperhitungkan di Pilawako.

Lili Binti, Fatma Abukakar, dan Deasy Roring pun disebut-sebut layak bertarung di pilwako.

Pengamat politik Jovanno Palenewen mengatakan, Pilkada adalah sarana kedaulatan rakyat. Memilih kepala daerah di setiap level tingkatan daerah.

Dia melihat, kaum perempuan, harus aktif dan ikut bertarung dalam pencalonan Pilkada. "Dalam konteks menyambut pilkada di Kota Manado, jika ada kaum perempuan yang berani tampil sangat bagus," katanya.

Namun, disebutkannya, mereka harus memiliki modalitas memadai. Selanjutnya memulai proses dari kendaraan politik apa yang digunakan.

"Mereka harus mendaftar dalam proses penjaringan internal parpol atau perseorangan. Nah, dalam mekanisme itu, tentu harus melakukan beberapa hal. Yakni meningkatkan popularitas, dengan sosialisasi dalam bentuk apapun ke masyarakat sehingga, jika ada survei internal partai, bisa-bisa calon perempuan lolos dalam proses penjaringan,” sebutnya.(ite/gel)

Kirim Komentar