09 Jul 2019 09:30

Sangihe Ganti Penyebutan Musik Bambu

MyPassion
Jefry Tilaar

MANADOPOSTONLINE.COM—Musik bambu di Kabupaten Kepulauan Sangihe tak hanya bagian dari kesenian daerah. Tapi aset budaya yang dilestarikan. Nama atau penyebutan musik bambu yang telah beralih ke bahasa Indonesia, dikembalikan lagi ke penyebutan awal. Yakni musike kalaeng.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Sangihe Jefry Tilaar ME. “Penggantian penyebutan musik bambu menjadi musike kalaeng tidak dilakukan begitu saja. sesuai kebijakan instansi teknis, tapi dilakukan sarasehan. Dihadiri pelaku budaya dan seniman daerah,” paparnya.

Dari sarasehan ini, lanjut Tilaar, dibentuk tim perumus yang akan menggali sejarah lahirnya hingga perkembangan musike kalaeng. “Ada alasan penting mengapa penyebutan musik bambu harus dikembalikan ke penyebutan yang beraroma budaya Sangihe. Yakni untuk lebih memastikan ke pemerintah pusat maupun dunia kalau musik bambu itu asalnya dari Sangihe,” tukas Tilaar.

Diakui mantan Asisten III Setkab Sangihe ini, seiring perkembangan zaman musik bambu telah muncul di daerah lainnya. Namun khusus musik bambu Sangihe memiliki ciri khas sendiri. Yakni dengan penggunaan bahan baku bambu batik serta modelnya dikolaborasikan dengan alat musik tiup lainnya.

“Sudah berkali-kali daerah lain memesan peralatan musik bambu dari Sangihe. Termasuk meminta seniman daerah kita berangkat melatih sekalian mengantar musik bambu yang dipesan. Umumnya yang memesan etnis Sangihe berdomisili di daerah lain,” ujar Tilaar yang juga menambahkan, musik bambu asal Sangihe telah berkali-kali diundang pemerintah pusat ke Jakarta untuk mengisi kegiatan pemerintah.(wan/gel)

Kirim Komentar