09 Jul 2019 09:36

Pencurian Teror Warga Siau

MyPassion
Grafis.(dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Kasus pencurian di Kabupaten Kepulauan Sitaro, tepatnya di Pulau Siau, kian meresahkan warga. Berdasarkan informasi yang dirangkum dari pihak berwajib, selang bulan Juni hingga awal Juli. Sebanyak  enam kasus pencurian meneror kenyamanan warga. Kapolsek Siau Barat Johanis Sasebohe mengatakan, khusus di wilayah Siau Barat, telah terjadi sekira enam kasus pencurian dengan modus beragam. "Namun dari keseluruhan, hanya satu kasus yang dilaporkan sedangkan sisanya tidak, sebab kerugian di bawah Rp. 2,5 juta. Tapi tetap anggota kita turun ke TKP," ungkap dia.

"Ada juga satu kasus pencurian cengkih, sudah ditangani dan pelakunya telah kita tangkap. Prosesnya juga telah diselesaikan secara kekeluargaan, dan tersangka dikenakan wajib lapor, sebab masih di bawah umur," ucapnya. Sasebohe mengakui memang sejak ditangkapnya pelaku pencurian cengkih, kasus serupa mulai mengalami penurunan, mungkin karena efek jera sebab sudah ada yang tertangkap

Sementara itu Kapolsek Siau Timur H Katiandagho menambahkan, khusus di wilayahnya, sepanjang Juni hingga awal Juli, baru terjadi satu kasus. "Yakni pencurian di rumah warga. Sementara kita lakukan penyelidikan. Tersangka berhasil merampok satu laptop," terangnya.

Ia mengatakan modus kali ini cukup jarang. "Sebab pelaku beraksi pada siang hari, hari Minggu (7/7) lalu, saat rumah dalam keadaan kosong ketika pemilik sedang beribadah di gereja. Kami curigai pelaku sudah melakukan pemantauan dulu  Sebab dari keterangan korban, rumahnya sudah empat kali dibobol. Tiga kali diantaranya, pelaku tak membawa satupun barang-barang yang ada di dalam rumah," beber Katiandagho.

Terpisah Okjen M. Kansil, SAP, Tokoh Pemuda Sitaro menyayangkan adanya peningkatan kasus pencurian ini. "Karena selama ini di Sitaro jarang sekali terjadi kasus pencurian, sebab masyarakat yang ada di sini, menganggap pencurian merupakan perbuatan yang sangat hina, jika dibandingkan dengan  kejahatan atau tindak kriminal lain. Sayangnya nilai-nilai ini, mulai bergeser," bebernya

"Untuk itu memang diperlukan peranan dari seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah dan pihak TNI/Polri, dalam memberikan pemahaman terhadap masyarakat. Agar, ke depannya kasus-kasus seperti ini tak terjadi lagi," kuncinya.(drp/jul)

Kirim Komentar