09 Jul 2019 13:09

Kemenhub Berencana Batasi Usia Kendaraan Umum

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM – Kementerian Perhubungan berencana untuk membatasi usia kendaraan umum. Kendaraan umum yang dimaksud antara lain bus pariwisata, bus AKAP, dan bus AKDP.

 

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi menyatakan bahwa pembatasan usia itu sesuai dengan peraturan menteri. Misalnya saja untuk bus pariwisata diatur dalam PM 16 tahun 2019. Batasan usia yang dikenakan adalah 15 tahun.

”Batasan usia untuk bus pariwisata yang semula 10 tahun menjadi 15 tahun ini, juga sesuai harapan dengan Asosiasi Pengusaha Bus Pariwisata,”  tutur Budi.  Sementara untuk bus reguler AKAP dan AKDP batas usia maksimal boleh beroperasi adalah 25 tahun.

Budi  juga menerangkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum memberikan batasan maksimal usia pakai untuk kendaraan pribadi. ”Sampai dengan sekarang Indonesia belum membatasi untuk kendaraan pribadi untuk batasan lamanya, meski memang sudah ada beberapa negara yang melakukannya,” ujarnya.

Budi menambahkan bahwa dirinya hanya mendorong kepada pemerintah daerah untuk membantu kajian terhadap pembatasan operasional kendaraan pada peak hour. Hal itu seperti yang dilakukan di Jakarta.

Kendaraan pribadi dibatasi dengan berbagai cara. Misalnya dengan menejemen lalu lintas dan parkir. Tujuannya adalah untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di beberapa kota besar di Indonesia.

Sementara itu Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubunga Darat Ahmad Yani menyatakan bahwa angkutan antar jemput antar provinsi (AJAB) juga akan diatur. Selama ini pembatasan usia AJAB hanya 5 tahun. ”Setelah masa kendaraan habis maka malah banyak yang bodong (ilegal, Red),” tutur Yani. Untuk itu, Kemenhub akan memperpanjang batasan maksimalnya menjadi 10 tahun.

Meski belum mengatur kendaraan pribadi, Yani mengatakan bahwa kementeriannya tengah mengkaji kebijakan untuk mengaturnya. Lalu bagaimana dengan kendaraan antik? Yani mengungkapkan bahwa kendaraan pribadi yang antik masih dibolehkan. ”Kalau di luar negeri, semakin tua pajaknya semakin mahal. Kalau di sini semakin murah,” tuturnya. (lyn)

Kirim Komentar