05 Jul 2019 15:21

Retribusi Pariwisata Rendah, Kadispar Salahkan Warga Ratatokok-Basaan

MyPassion
Ilus.(dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Kritikan terkait rendahnya kontribusi sektor pariwisata dalam pendapatan asli daerah (PAD) direspon Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Tenggara.

 

Kepala Dispar Mitra Desten Katiandagho tampaknya tak mau disalahkan. Dia berdalih minimnya retribusi PAD dikarenakan kesadaran warga dalam membayar yang masih minim. “Coba cek saja di Pantai Lakban kebanyakan pengunjung yang berasal dari sekitar Ratatotok ataupun Basaan, enggan membayar retribusi masuk,” ungkapnya pada harian ini.

Dia menjelaskan, alasan lain rendahnya kontribusi pariwisata dalam PAD tak lepas dari masih banyaknya tempat wisata yang masih dikelola swasta. Namun terus berupaya agar pengelolaan tempat wisata milik pihak swasta bisa tetap ada kontribusi untuk PAD. "Yang pasti kami terus upaya pembicaraan, supaya wisata yang dikelola swasta tetap harus ada kontribusi ke pemerintah. Karena saat ini baru wisata pantai Lakban yang dikenakan retribusi dari pemerintah. Sementara lainnya masih dari pihak swasta," jelas Desten.

Meski begitu, Desten menyebut pihaknya saat ini sedang menyiapkan sejumlah pengembangan lokasi wisata yang bakal dikelola pemerintah. Dengan total anggaran Rp 5,5 Miliar lebih yang berasal dari dana alokasi khusus (DAK). "Untuk pengembangan Pulau Punten, pembuatan terminal transit di Gunung Soputan, serta resting area. Semuanya bakal selesai tahun ini," terangnya.

Terkait pernyataan kadispar yang menyebut retribusi rendah lantaran kesadaran masyarakat minim, mendapat tanggapan dari tokoh masyarakat Basaan Denny Lumintang. “Kenapa warga yang disalahkan. Padahal di Lakban sendiri tak pernah terlihat ada petugas dari Dispar yang melakukan penagihan retribusi. Kalau pun ada tagihan retribusi harusnya ditagih dan tentu itu akan dibayar," sorotnya. Dia menilai kadispar seakan lempar bola dan terkesan tak tahan kritik. “Ini menandakan yang bersangkutan tak bisa berikan solusi. Padahal kan tujuan kritikan untuk membangun,” tukasnya.(cw-01/gnr)

Kirim Komentar