05 Jul 2019 10:06

Andi Arief Resmi Pimpin Kejati Sulut

MyPassion
Kajati Sulut yang baru Andi Muh Iqbal Arief (kiri) bersama pejabat lama M Roskanedi, di sela pelantikan di Kejagung RI, Kamis (4/7).(Penkum Kejati Sulut)

MANADOPOSTONLINE.COM—Andi Muh Iqbal Arief resmi memegang tongkat pimpinan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut. Kamis (4/7) siang, Jaksa Agung Republik Indonesia HM Prasetyo memimpin upacara pengambilan sumpah, pelantikan dan serah terima jabatan Kepala Kejati Sulut di Sasana Baharuddin Lopa Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

 

Upacara pengambilan sumpah, pelantikan dan serah terima jabatan Kajati Sulut ini, berdasarkan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-161/A/JA/06/2019 tanggal 21 Juni 2019 dan Surat Perintah Jaksa Agung R.I Nomor : PRIN-057/A/JA/06/2019 tanggal 28 Juni 2019.

Pejabat Kajati Sulut Baru, yang dilantik dan diambil sumpah adalah Andi Muh Iqbal Arief SH MH, menggantikan pejabat lama M Roskanedi SH yang telah dipromosi menjadi Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis pada Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI. Diketahui, Andi Arief sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Wakajati Sulut).

Dalam upacara tersebut dilaksanakan kegiatan pembacaan kata-kata pelantikan oleh Jaksa Agung RI, penyematan tanda jabatan kepada pejabat yang baru dilantik, penandatangan berita acara serah terima jabatan dan sambutan Jaksa Agung RI.

Jaksa Agung HM Prasetyo menyampaikan pesan kepada para pejabat khususnya para kajati yang baru dilantik dan mengucapkan sumpah, agar mampu mengawasi, mengendalikan penanganan, penyelesaian serta penuntasan masalah dan perkara di wilayahnya masing-masing dengan sungguh-sungguh. “Selalu memegang teguh nilai-nilai kejujuran, kebaikan dan kebenaran mengedepankan sikap dan sifat yang mencerminkan integritas kapasitas serta personalitas segenap jajaran di lingkungannya," ucapnya.

Untuk itu maka pelaksanaan fungsi pengawasan dan pengawasan melekat menjadi sangat penting agar lebih ditingkatkan mencegah terjadinya peluang pelanggaran dan penyimpangan dalam pelaksanaan tugas, kewenangan di semua bidang serta urusan. "Hal ini untuk memastikan bahwa komitmen diberlakukannya Zona Integritas dan pernyataan sebagai wilayah bebas dari korupsi menuju Wilayah birokrasi bersih melayani benar-benar berjalan dengan baik dan diwujudkan dengan benar," katanya.

Kepada para pejabat yang baru masuk kembali di lingkungan Kejaksaan Agung hendaknya segera mengenali, memahami dan mengerti apa yang menjadi lingkup tugasnya yang akan dijalankan dan dihadapi yang dengan bekal pengalaman, kemampuan serta berbagai posisi dan tempat penugasan yang telah dilalui.

"Selama ini saya yakin semuanya akan cepat melaksanakan tugas masing-masing dengan mudah dan baik serta dapat membantu pimpinan untuk membuat keputusan yang benar dan tepat berkenaan masalah dengan persoalan yang dihadapi dan diselesaikan. Untuk itu inisiatif, memberikan saran, pendapat, sumbangan pemikiran, ide, konsep dan gagasan sangat-sangat dibutuhkan," pintanya.

Upacara dihadiri Ketua Komisi Kejaksaan RI, Wakil Jaksa Agung RI, Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, Para Sekretaris jaksa Agung Muda, Staf Ahli, Plt. Jaksa Agung Muda Pembinaan, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Pejabat eselon II dan III di Lingkungan Kejaksaan Agung RI. Turut hadir juga Ibu Ketua Umum ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Pusat dan Ibu-ibu Ketua IAD Daerah serta undangan lainnya.(tr-07/gnr)

Kirim Komentar