04 Jul 2019 13:35

Wabup Bolmong Nyaris Tabrak Jembatan

MyPassion
Pekerjaan proyek Jalan Trans Sulawesi tepatnya di Jembatan Desa Bantik, Kecamatan Bolaang Timur tidak memiliki tanda larangan.(Dewi/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Pekerjaan proyek Jalan Trans Sulawesi tepatnya di Jembatan Desa Bantik, Kecamatan Bolaang Timur, Kabupaten Bolmong dinilai sangat membahayakan pengendara yang melintas. Karena tidak memiliki papan pemberitahuan.

 

Salah satu pengendara menyoroti pengerjaan proyek tersebut, karena tidak memiliki papan pemberitahuan jika area itu sedang ada pengerjaan jalan. "Seharusnya dipasang tanda jika ada pengerjaan karena sangat berbahaya jika kendaraan melintas dengan kecamatan tinggi," ungkap beberapa pengendara yang melintasi jalan tersebut.

Hal tersebut turut dirasahkan Wakil Bupati (Wabup) Bolmong Yanny R Tuuk. Dia mengaku juga merasakan hal tersebut, ketika melewati akses jalan pada malam hari dari arah Manado menuju ke Dumoga.

Menurut dia, saat melewati jembatan, tiba-tiba mobil yang dikendarainya oleng, dan hampir saja menabrak dinding jembatan yang ada. Hal itu disebabkan jalan yang sudah berlubang karena pekerjaan proyek. "Ini harus menjadi perhatian penting kontraktor dan Balai Jalan. Seharusnya ada papan pemberitahuan, sehingga pengemudi akan berhati-hati saat melewati akses jalan tersebut," katanya.

"Banyak juga jalan yang diperbaiki sepanjang Jalan Trans. Tetapi disitu ada papan pemberitahuan, sehingga pengemudi akan melewati secara perlahan-lahan dan berhati-hati. Kalau begini kan, dapat berdampak kecelakaan," sebut Tuuk.

Tuuk menegaskan, jika terjadi kecelakaan pada lokasi tersebut maka pihak kontraktor dan Balai Jalan harus bertanggung jawab.

"Tetapi walaupun akan dipertanggungjawabkan, nyawa seseorang itu tidak dapat diganti dengan nilai proyek yang dikerjakan. Intinya nyawa manusia tidak bisa dibayar. Untuk itu, kejadian ini harus diperhatikan. Karena saya pun merasakan akan kejadian tersebut, dimana hampir terjadi kecelakaan," pungkasnya.(cw-03/ite)

Kirim Komentar