04 Jul 2019 09:49

Tiga Jembatan Tol Manado-Bitung Digenjot

MyPassion
Jembatan yang bakal menghubungkan Tol Manado-Bitung di wilayah Maumbi dan Desa Suwaan, Minahasa Utara. Foto diambil Rabu (3/7). (IMMANUEL GRADY/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Sampai sekarang jalan Tol Manado-Bitung belum beroperasi. Masih ada tiga jembatan penghubung belum dibangun. Pantauan Manado Post kemarin siang, jembatan yang belum dibangun ada di kilometer 2.000, tepatnya di Maumbi. Juga di kilometer 5.200 dan 7.000 Desa Suwaan, Kabupaten Minahasa Utara.

Menurut Gubernur Sulut Olly Dondokambey, pembangunan Tol Manado-Bitung saat ini sedang digenjot. Dia mengatakan, telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X1 Manado  serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Perwakilan Sulut untuk menyelesaikan beberapa pembebasan lahan. Namun OD mengatakan, saat ini pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung sudah sekira 80-an persen.

“Pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung ini sedang kita genjot. Karena presiden menargetkan bisa selesai pada Oktober ini. Dan progres di lapangan sudah sekitar 80-an persen. Tapi kami terus menggenjot agar beberapa titik yang masih ada pembebasan lahan bisa tuntas. Dan presiden juga esok (hari ini) bakal mengunjungi Tol Manado-Bitung, itu dimaksudkan untuk mempercepat pekerjaan, sehingga bisa tuntas tahun ini,” ucapnya.

Tol Manado-Bitung menurut OD, harus dipercepat. Sebab Tol Manado-Bitung masuk dalam proyek prioritas. Menurut OD juga, proyek prioritas nasional ini dilakukan langsung pemerintah pusat di daerah melalui BPJN.

Namun koordinasi dengan Pemprov Sulut merupakan hal yang wajib dan sampai saat ini berjalan dengan baik. OD juga meminta dukungan masyarakat, agar semua pekerjaan proyek prioritas nasional ini bisa selesai sesuai dengan target yang diberikan.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Sulut Robert Winerungan menilai kehadiran Tol Manado-Bitung akan sangat bermanfaat bagi masyarakat kedepannya. "Sebab akan membantu memperlancar perputaran perekonomian di Sulut," ungkapnya.

Menurut dia, jalan tol dalam jangka pendek belum terlalu berdampak lebih bagi masyarakat. "Namun manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang. Namun baik pendek atau panjang arus transportasi barang akan lancar," ucapnya. 

Dia mengatakan, dengan lancarnya arus barang Bitung-Manado akan hemat waktu karena menjadi cepat. "Akan terjadi efisiensi. Jadi akan cepat dan hemat biaya," tukasnya.

Dia menambahkan, menggunakan jalan tol itu akan jauh lebih hemat dibanding menggunakan jalur biasa. “Bayangkan saja menggunakan jalur biasa memakan waktu yang lama dan bahan bakar yang tidak sedikit, di tol pasti lebih cepat,” ujarnya.

Ke depan lanjut dia tol akan menarik investor untuk datang ke Manado. "Baik ke sektor perikanan perkebunan dan sebagainya. Industri semuanya juga akan tumbuh kalau itu benar jadi, semua sektor akan lebih diperlancar, termasuk sektor pariwisata," imbuhnya.

Dengan semakin lancarnya arus transportasi dan barang Manado-Bitung menurutnya, pemerintah Manado harus bersiap. "Jalan Manado yang dikhawatirkan, jangan sampai lancar di tol tapi macet di Manado," ungkapnya.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unima ini menilai tarif bagi pengguna tol sebetulnya tidak rugi karena hemat waktu dan bahan bakar. 

"Kota Bitung dikenal dengan kota industri. Dan KEK sudah diarahkan kesana. Kehadiran tol membantu percepat arus bahan baku dari Minahasa dan Kotamobagu menjadi  lebih lancar kesana, dan tentu akan berdampak baik bagi masyarakat," pungkasnya.(tr-02/tr-05/gnr)

Kirim Komentar