04 Jul 2019 09:36

Kemenhub Sorot Penurunan Harga Tiket

MyPassion
Ilustrasi

KEMENTERIAN Perhubungan telah memantau tiket pesawat pasca pengumuman penurunan harga Senin lalu (1/7). Dari penurunan ini, PT Angkasa Pura II menyatakan siap mendukung.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti kemarin (3/7) menyatakan dukungannya kepada maskapai layanan Low Cost Carier (LCC) yang melakukan penurunan  harga tiket.

“Saya berharap penurunan harga tiket ini bisa menjawab harapan masyarakat akan kebutuhan terkait penerbangan murah,” kata Polana dilansir dari Jawa Pos (grup Manado Post).

Berdasarkan rekap hasil pengawasan Kemenhub, tarif online promo maskapai Lion Air ditetapkan harga tarif tiket mengalami penurunan hingga 50 persen.

Promo itu juga dalam rangka ulang tahun Lion Air Group. Sayangnya maskapai hanya menyediakan sebanyak 50 seat per penerbangan pada jam tertentu. Citilink juga melakukan tarif promo pada delapan rute penerbangan.

Dalam keputusan penurunan harga tiket pesawat Senin lalu, seluruh operator penerbangan menanggung penurunan ini. Kemarin PT Angkasa Pura II menyatakan berkomitmen memberikan insentif jasa kebandarudaraan untuk meringankan biaya operasional. Insentif diberikan hingga Desember nanti. Dimungkinkan ada evaluasi kembali.

”Konsep Insentif kali ini merupakan operation incentive yang memang akan langsung menurunkan biaya operasional maskapai sehingga kami berharap tarif tiket penerbangan LCC juga akan lebih terjangkau,” ujar President Director AP II Muhammad Awaluddin.

Insentif diberikan pada jam tertentu yakni pada pukul 10.00-14.00 WIB. Menurut Awal, pemberian insentif pada jam tertentu agar penerbangan tidak menumpuk di pagi dan sore hari.

Sebelumnya perseroan telah menawarkan marketing incentive kepada maskapai. Insentif yang masih diberikan hingga sekarang itu antara lain untuk rute baru, pesawat baru, red eye incentives dan unschedule flight incentives. Cara penggunaan insentifnya dnegan metode cash back.

Di sisi lain, tiga direktur Garuda Indonesia resmi mundur dari posisi komisaris PT Sriwijaya Air. I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, Pikri Ilham Kurniansyah, dan Juliandra Nurtjahyo menyatakan mundur pada Selasa lalu (2/7). Surat pengunduran diri itu dikirimkan ke pemegang saham dan Kementerian BUMN.

Pengunduran diri itu atas rekomendasi Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU). ”Kami menghormati proses pemeriksaan yang saat ini tengah dilaksanakan oleh KPPU,” tutur VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan. Dia menambahkan bahwa kedepan Garuda Indonesia berkomitmen untuk berorientasi pada tata kelola bisnis yang baik.

Mundurnya tiga komisaris PT Sriwijaya Air mendapat tanggapan dari Ketua Aosiasi Serikat Pekerja Sriwijaya Air (ASPERSI). ”Saya mewakili karyawan dan karyawati Sriwijaya Air tentu sangat menyayangkan keputusan tersebut,” kata Ketua ASPERSI Pritanto.

Sementara itu Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menyayangkan mundurnya tiga direktur Garuda Indonesia. Menurutnya rekomendasi KPPU tidak tepat.

”Banyak pimpinan induk perusahaan BUMN yang menjadi komisaris di anak perusahaan,” ungkapnya. Dia menyarankan agar KPPU fokus pada penelitian kartel saja. ”Jangan mengulur waktu,” tambahnya.(gnr)

Kirim Komentar