03 Jul 2019 13:57
Kapal Besar Enggan Singgah

Banyak Dermaga di Sangihe Belum Representatif

MyPassion
Terlihat fender di Dermaga Pulau Kawaluso sebagian sudah rusak. Ini butuh perhatian instansi terkait.(Sriwani/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Perhatian pada fasilitas transportasi kelautan harus ditingkatkan. Pasalnya ada dermaga di Kepulauan Sangihe tak lagi representatif. Baik tidak bisa disinggahi kapal besar, juga pengamanan kurang.

Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna Mocodompis Muhaling tak membantah hal ini. Seperti halnya keluhan masyarakat Kecamatan Kepulauan Marore, tentang kondisi pelabuhan kecil dan kedalaman air yang tidak memungkinkan kapal perintis tipe 2.000 sandar.

Muhaling mengatakan pihaknya akan mengecek pangkalan mereka di Bitung tentang alasan kapal tidak bisa singgah di dermaga 3 pulau tersebut.

"Sebenarnya bukan alasan kedalaman air yang menyebabkan kapal tidak bisa berlabuh. Karena pada saat membangun pelabuhan semua sudah disurvei dan dipelajari," ungkapnya

Menurut Muhaling,  jika hanya alasan kedalaman air, akan disurvei dahulu. Mana lebih efektif, pembangunan pelabuhan baru atau dikeruk pada area pelabuhan. “Survei ini memakan waktu kurang lebih setahun. Agar datanya benar-benar real. Selain juga menjaga agar karang tidak rusak,” paparnya.

Selanjutnya, sejumlah dermaga fendernya tidak lagi maksimal. Dia menjelaskan, fender merupakan bumper. Digunakan untuk meredam benturan saat kapal merapat ke dermaga. “Kita akan melihat pelabuhan mana yang fendernya sudah rusak. Di wilayah kerja kami, terdapat 12 pelabuhan," ujar Muhaling. Tambahnya, pemasangan fender baru ini tentu untuk memastikan kapal yang singgah di dermaga benar-benar aman. Sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Unsur muda Sangihe Randy S berharap pemasangan atau pergantian fender tersebut betul-betul terealisasi.

“Karena saya juga pernah berangkat ke pulau-pulau perbatasan menggunakan kapal perintis. Ketika laut bergelombang kemudian dermaga tak punya fender maka terjadi benturan keras antara kapal dan dermaga. Untuk dermaga di tiga pulau saya rasa harus ditambah bangunannya jadi panjang,” ujar pria berkacamata tersebut.(wan/gel)

Kirim Komentar