02 Jul 2019 14:00

Warga Harus `Melaut` untuk Bisa Minum dan Masak

MyPassion
Masyarakat yang menunggu pumpboat untuk mengambil air minum di Kampung Lesabe Manalu. (Sriwani/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Sudah rutinitas warga Kampung Laotongan. Mengambil air minum harus menyeberangi lautan. Menuju Kampung Lesabe Manalu dan Kampung Simueng Kecamatan Tabukan Selatan (Tabsel).

 

Kondisi ini menjadi salah satu keluhan masyarakat Kampung Laotongan. Ketika tatap muka bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sangihe, dalam Me'daseng di Pulau Tehang Kampung Laotongan Kecamatan Tabukan Selatan, Sabtu (29/6), pekan lalu.

Warga Kampung Laotongan Jones Tumandu dikonfirmasi wartawan mengaku, mata air di kampung mereka hanya bisa untuk mandi maupun cuci pakaian. Tidak untuk diminum. Karena terdapat kandungan air laut.

"Sangat sulit mendapatkan air minum di kampung kami. Sudah aktivitas rutin, ketika stok air minum habis, kami harus menempuh waktu 15-20 menit menggunakan perahu pumpboat ke Kampung Lesabe Manalu. Membeli air isi ulang. Sedangkan di Kampung Simueng ada mata air yang bisa diminum," Ujar Tumandu.

Dia menuturkan, fasilitas tong penampung air selama ini hanya ada tiga. Meski akan ada bantuan dari pemkab untuk penambahan tiga tong lagi, lebih baik jika ada mesin pengeboran air bersih.

"Tentu kami berterima kasih kepada pemerintah yang akan mengupayakan penambahan tiga tong penampung air. Alangkah baiknya jika di kampung kami ada mesin pengeboran air untuk digunakan mencari air bersih yang bisa dikonsumsi," harapnya.

Terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sangihe Revolius Pudihang mengakui pihaknya sudah memberikan 1 tong. Masih ada 2 tong lagi. “Jadi ada 3 tong yang akan diberikan ke Kampung Laotongan. Dan tinggal dua yang belum diantar ke kampung pulau tersebut,” tutur Pudihang.(wan/gel)

Kirim Komentar