02 Jul 2019 14:19

Niatnya Jalan-jalan ke Luar Negeri, 28 Guru Malah Ditipu Travel

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM--Sebanyak 28 guru di Kabupaten Bolmong jadi korban penipuan travel Manado Graffity. Menurut salah satu guru yang tak mau namanya dikorankan menceritakan, kejadian bermula saat Kepala Bidang (Kabid) PAUD Dinas Pendidikan Bolmong Rusni Mokoagow yang mengatas namakan Dharma Wanita Bolmong melakukan pertemuan dan mengajak guru-guru untuk melakukan tour atau jalan-jalan di akhir tahun ke luar negeri pada Oktober 2018.

 

"Kami pun sepakat bersama-sama akan berangkat, tapi sebagai syarat kami harus menyediakan uang sebanyak Rp 7 juta sebagai biaya perjalanan. Dan menjadi penanggung jawab kegiatan itu Kabid Rusni," ungkap guru yang jadi korban tersebut. 

Lanjutnya, pada pertemuan tersebut juga disepakati ada tiga kelompok yang akan berangkat. Di mana setiap kelompok terdapat 20 hingga 30 orang. "Kami masuk di kloter ketiga dengan jumlah 28 orang termasuk istri Kadis. Dengan kesepakatan itu, maka kami pun melakukan pembayaran ke pihak travel sebesar Rp 6 juta, sisanya Rp 1 juta disetor ke Kabid," bebernya. 


Guru tersebut juga menjelaskan, kloter 1 dan kloter 2 sudah melakukan perjalanan, namun hingga saat ini memasuki pertengahan tahun untuk kloter 3 belum diberangkatkan. "Kami pun mulai curiga dengan mempertanyakan ke Kabid. Namun menurut Kabid pihak travel telah melakukan penipuan," jelasnya.

Saat dikonfirmasi ke Kabid PAUD Rusni Mokoagow, dirinya membenarkan hal tersebut. Dia mengaku telah bekerja sama dengan travel Manado Graffity sebagai pihak ketiga. "Memang ini tanggung jawab saya, tapi ini murni kesalahan travel, karena dananya saya sudah di transfer semua ke travel," tutur Rusni, kemarin.

Dia menjelaskan, pihak travel Manado Graffity mengaku dana untuk kloter tiga sebagian sudah terpakai untuk keberangkatan kloter 2. "Katanya waktu itu dana sudah tidak cukup tapi dipaksakan, jadi dana untuk kloter 3 yang sudah ditransfer pun dipakai," ungkapnya.

Dia mengaku setiap hari dirinya mempertanyakan uang para guru yang sudah di transfer ke pihak travel. "Namun travel selalu mengatakan meminta waktu pengembalian. Saya pun memberikan waktu tapi saya jadi sasaran kemarahan para guru," tuturnya. 

Sementara itu, Kepala Diknas Bolmong Renty Mokoginta saat dikonfirmasi mengaku, keberangkatan para guru tersebut merupakan kesepakatan pribadi para guru.

Dia pun telah meminta kepada Kabid PAUD untuk mengajak guru melaporkan ke Polres Kotamobagu. "Saya sudah minta ke Kabid PUAD untuk melaporkan penipu (travel) tersebut, karena istri saya juga jadi korban penipuan. Karena  istri saya sudah memberikan uang ke pihak travel. Hari ini juga saya sudah instruksikan ke Kabid untuk melaporkan ke Polres," pungkasnya. (cw-03/ite)

Kirim Komentar