02 Jul 2019 09:10

Imbas Pemilu Serentak 2024, OD Cs Bakal Setengah Periode

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM—Pemilihan umum (pemilu) serentak se-Indonesia dijadwalkan 2024. Hal itu membuat pemenang Pilkada 2020 terancam tak bisa menjalankan full satu periode (lima tahun).

 

Meski belum mengantongi payung hukum pasti, namun rencana pemilu serentak tahun 2024 terus menyeruak. Ditengarai hal ini menjadi salah satu pertimbangan sejumlah politisi bertarung di Pilkada 2020.

“Tentu ini mempengaruhi mereka (politisi). Karena jika pemilu 2024 terselenggara, maka terancam hanya bertugas setengah periode,” kata pengamat politik Dr Johny Lengkong, mengamati kegusaran politisi Sulut menghadapi Pilkada serentak.

Dia menambahkan, para kandidat yang punya kans mengikuti kontestasi politik tahun depan berpikir matang-matang. “Semisal Pak Olly Dondokambey (OD) menang, maka beliau tidak akan full memimpin. Periodenya selesai tahun 2021. Melanjutkan periode kedua sampai 2024. Artinya Pak Olly hanya berkuasa tiga tahun,” sebutnya.

Dia melanjutkan, pemilu 2024 bertujuan untuk sinergitas antara pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota. Dimana menurut Lengkong, penyelenggaraan pemerintahan di tingkatan lebih kuat. Artinya orang-orang terpilih dalam Pilkada yang memiliki kemampuan.

"Namun dalam pemilu serentak ini, pasti ada risiko yang tidak terhindarkan. Seperti anggota penyelenggara meninggal. Sehingga ke depan, proses seleksi di tingkat bawah harus ketat. Kalau dahulu, tidak ada surat keterangan sehat. Sekarang sebaiknya diwajibkan ada. Karena pemilu 2024 ini memiliki tujuan baik. Sehingga harus sukses," tuturnya.

Lengkong mengingatkan, pemerintah pusat siapkan semua tahapan. Jangan sampai PKPU berubah-ubah. Namun tahapan terus berjalan. Menurutnya, itu bakal mengganggu proses demokrasi.

Apalagi jika membutuhkan campur tangan dari lembaga lain seperti Mahkamah Konstitusi (MK). Sehingga penyelenggaraan pusat, ungkapnya, harus bisa menyelesaikan dan memetakan.

12
Kirim Komentar