01 Jul 2019 08:12
Hasil Retribusi di Mitra Masih Minim

Gelontor Miliaran Rupiah Untuk Sampah

MyPassion
Grafis.(dok)

MANADOPOSTONLINE.COM—Keseriusan pemerintah untuk menekan produksi sampah terus dilakukan. Buktinya, miliaran rupiah sudah siap digelontorkan khusus untuk pengelolaan sampah (lihat grafis).

 

Untuk penanganan sampah terbagi dua. Ada yang untuk pembayaran honor petugas. Serta untuk program pengembangan kinerja pengelolaan sampah. “Untuk pembayaran honor termasuk dalam program pelayanan administrasi perkantoran. Sementara untuk sarana dan prasarana, biaya perawatan mobil pengangkutan sampah. Lalu, sosialisasi termasuk dalam program pengembangan kinerja pengelolaan sampah," sebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mitra Tommy Soleman.

Meski begitu, hal tersebut justru berbanding terbalik dengan pemasukan dari hasil retribusi persampahan. Karena biaya retribusi, hanya diambil pungutan di wilayah yang dilalui truk sampah. Bahkan Soleman turut mengakui banyak yang terkesan kurang kesadaran untuk pembayaran retribusi. “Biaya retribusi ditagih 2.500 rupiah per kepala keluarga. Itu pun hanya berlaku di wilayah yang dilalui truk. Tapi sayangnya masih banyak yang kurang kesadaran membayar. Karena beralasan tidak melihat truk yang melintas," ungkapnya.

Sementara itu, minimnya PAD dari retribusi menuai tanggapan dari Anggota Komisi III DPRD Kisman Hala. Menurutnya untuk peningkatan, perlu adanya perda tentang retribusi persampahan. Dikarenakan potensi retribusi bisa saja meningkat asalkan ada regulasi. "Apalagi melihat situasi di lapangan saat ini. Meski semua belum bisa dijangkau, namun capaian realisasi PAD dari retribusi tergolong tinggi. Untuk perlu adanya regulasi khusus untuk retribusi persampahan," jelas legislator yang juga Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Mitra ini.

Terkait anggaran pengelolaan sampah yang bisa dibilang besar, Kisman menuturkan hal itu wajib diimbangi kinerja dinas terkait. Misalnya efektivitas dalam memberikan bantuan sarana-prasarana. Kemudian disusul dengan sosialisasi. "Kalaupun usulan perda terkait  sampah cepat dimasukkan. Tentu kami berupaya supaya hal tersebut segera digodok," tandasnya.(cw-01/gnr)

Kirim Komentar