01 Jul 2019 17:49

685 Peserta Bertarung di OSN

MyPassion
Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut dr Grace Punuh MKes (ketiga kiri) dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE (tengah) bersama jajaran lainnya beserta Sekretaris Jenderal Didik Suhardi Phd (ketujuh kanan) setelah pembukaan OSN ke 18 di Grand Kawanua Convention Center.

MANADO— Sebanyak 685 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dari 34 provinsi di Indonesia kembali bersaing ketat dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-18 di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Sejak 30 Juni hingga 6 Juli 2019 para siswa/siswi ini berkompetisi di sembilan mata pelajaran, yakni Matematika, Fisika, Kimia, Komputer, Biologi, Astronomi, Ekonomi, Kebumian dan Bidang Geografi. Diketahui kegiatan ini telah dibuka Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE pada 1 Juli di Grand Kawanua Convention Center.

Dondokambey mengatakan OSN ke-18 ini merupakan kegiatan yang dapat memacu generasi muda. Untuk Sulut sendiri sambungnya, ada peningkatan karena tahun sebelumnya hanya 11 orang yang ikut dan 2019 ini meningkat menjadi 26. "Tidak ada target khusus tapi semakin banyak peserta dari Sulut yang lulus ke tingkat internasional itu sudah paling terbaik. Karena bisa menunjukan rata-rata mutu pendidikan kita," jelasnya.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat khususnya untuk provinsi Sulut untuk meningkatkan pariwisata dan potensi-potensi lainnya," ujarnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut dr Grace Punuh MKes menuturkan OSN ke 18 bertema "Mencintai Sains Mengukir Masa Depan" untuk mebina karakter siswa menjadi pekerja keras, integritas, jujur, tangguh dan menghargai prestasi orang lain serta cinta tanah air. Lanjutnya, peserta OSN akan memperebutkan 420 medali, masing-masing 70 medali emas, 140 medali perak dan 210 medali perunggu. "Lokasi pelaksanaan lomba ada dibeberapa tempat, yakni Manado Independent School bidang matematika dan astronomi, SMAN 9 Binsus Manado bidang fisika, SMAN 1 Manado bidang kimia, SMA Katolik Rex Mundi bidang komputer, SMA Kristen Eben Heazer bidang biologi, SMKN 2 Manado bidang ekonomi, SMA St. Nikolaus Lokon Tomohon bidang kebumian dan SMKN 1 Manado bidang geografi," bebernya.

Ditambahkan. Sekretaris Jenderal Didik Suhardi Phd mari kita jalin komunikasi yang terbaik diantara para peserta. Sehingga ada sharing ide dan informasi yang dapat menguntungkan bagi para peserta. "Anak-anakku hari ini kalian akan bersaing dalam bidang sains, dimana kalian akan dituntut untuk mengoptimalkan daya juang, kerja keras, kemandirian yang diharapkan dapat membangun kepribadian, karakter anak-anak Indonesia yang hebat dan pemimpin masa depan," tuturnya.

Sambungnya, kita ingin hasil olimpiade ini merefleksikan peta mutu pendidikan di seluruh Indonesia. "Artinya kita harus menunjukan bahwa pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia sudah ada keseimbangan," terangnya.

Turut hadir Ketua tim Penggerak PKK Sulut Ir Rita Tamuntuan, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Sekretaris Daerah Sulut Edwin Silangen dan Kepala LPMP Sulut Florens ST Panungkelan SE MPd. (lin)

Kirim Komentar