28 Jun 2019 13:56

Proyek Peningkatan Jalan Ranoako-Kalait Abal-abal

MyPassion
Kondisi aspal jalan Ranoako-Kalait saat ini mulai kembali berlubang.(Hesly/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Proyek pengerjaan jalan Ranoako-Kalait di Touluaan Selatan, Mitra terkesan abal-abal. Pasalnya jalan milik provinsi yang baru dikerjakan 2017 lalu kembali rusak. Terpantau, sejumlah lubang pun tampak menghiasi jalan penghubung ke Desa Pontak Minsel ini.

“Jalan itu setahu kami baru selesai diaspal dua tahun yang lalu. Tetapi sudah ada sejumlah ruas jalan tersebut yang kembali berlubang,” tutur Yuli Pantouw.

Dia pun turut mempertanyakan proyek pekerjaan dari Provinsi ini. Karena diduga kuat tak sesuai dengan bestek. "Ini harus diperhatikan Pemprov. Jangan membuat jalan terkesan asal jadi. Kalau tidak percaya bisa turun sendiri dan lihat bagaimana kualitas aspal tersebut," katanya.

Sementara itu, Camat Kecamatan Touluaan Selatan Silfia Makaenas mengakui, dirinya sudah sempat menegur para pekerja jalan tersebut. Dikarenakan proses pekerjaan yang hanya asal jadi. "Saya pernah menegur mereka saat melakukan pekerjaan itu. Saya bilang masa kalian bekerja tak beres, dan sempat diberhentikan. Karena kalau diteruskan, lebih para lagi. Sebab sedikit berbecek," jelasnya.

Adapun Kepala Dinas PUPR Provinsi Steve Kepel menjelaskan, jalan tersebut sebetulnya sudah dikerjakan sesuai bestek. Namun sayangnya kerusakan disebabkan karena longsor. "Memang sudah saya cek. Bahwa adanya kerusakan  disebabkan karena longsor jalan. Karena bukan hanya tebing saja, tapi jalan juga sering longsor," jelasnya.

Dia pun menambahkan masalah kerusakan jalan Ranoako Kalait ini persis sama dengan masalah di Bolmong Raya. Meski sering kali diaspal, namun jalan tetap rusak karena disebabkan longsor. "Apalagi jika dilihat dari kondisi jalan berada di wilayah rawan longsor. Sehingga kasus ini sama dengan yang terjadi di Bolmong," pungkasnya.(cw-01/gnr)

Kirim Komentar