27 Jun 2019 13:46

TKA Ilegal Sulit Dijerat, PETI Masih Teror Lingkungan

MyPassion
Ilustrasi.(Istimewa)

MANADOPOSTONLINE.COM—Aktivitas  pertambangan emas tanpa izin (PETI) seakan sulit diberantas. Lebih mirisnya lagi aktivitas PETI ini diduga kuat memperkerjakan tenaga kerja asing (TKA) ilegal.

 

Hal ini sebagaimana diungkapkan Camat Ratatotok Royke Lumingas. Menurut Royke, pihaknya sudah sering kali menerima informasi keberadaan TKA. Namun belum sempat mengecek secara lebih mendalam. "Kalau soal keberadaan TKA yang bekerja di PETI memang kami sudah menerima informasi. Tapi belum sempat cek dimana mereka berdomisili," ungkapnya.

Meski begitu, untuk pemantauan TKA, sebetulnya sudah dikoordinasikan dengan kepolisian hingga Imigrasi. Namun belum bisa dipastikan kapan bakal dilakukan tindakan. "Karena ini WNA maka kami akan mendata dulu. Kemudian untuk tindaklanjutnya akan disampaikan ke pihak imigrasi," ujarnya.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja Mitra melalui Kepala Bidang ESDM dan Syarat Kerja Andre Rumbay, mengakui keberadaan TKA ilegal sebetulnya sudah lama. Namun untuk penindakan harus melalui imigrasi. "Lalu saja ada tujuh yang dilaporkan. Tapi untuk tindak lanjut itu kewenangan imigrasi. Sementara kami sebatas pelaporan," katanya.

Adapun untuk saat ini telah dibentuk tim pengawasan orang asing (Timpora), yang terdiri dari Kesbang Pol, Disnaker dan camat. "Kalau ada laporan kami yang lanjutkan ke pihak imigrasi. Namun untuk tahun ini belum ada laporan adanya TKA," tukas Rumbay.

Sementara itu, keberadaan TKA di lokasi PETI kian diperkuat dengan pernyataan warga yang menyebutkan adanya WNA yang diduga berasal dari Tiongkok. "Memang kalau ingin belajar bahas China (Tiongkok) lebih baik anda ke Alason (lokasi PETI, red). Karena disana banyak orang China," kata salah seorang warga Ratatotok berinisial DM.(cw-01/gnr)

Kirim Komentar