27 Jun 2019 14:04

PLN Suluttenggo Ajak Stakeholder Terangi Negeri

MyPassion
GM PLN UIW Suluttenggo Christyono (kanan) dan GM PLN UIP Sulbagut Sigit Witjaksono (kiri) bersama perwakilan instansi pemerintah provinsi, akademisi, perbankan ,mitra Kerja, dan perwakilan pelanggan dalam penandatanganan komitmen deklarasi stakeholder dalam keberlangsungan proses bisnis PLN Sulawesi Bagian Utara.

MANADOPOSTONLINE.COM - PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (Suluttenggo) bersama Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi Bagian Utara (Sulbagut) menggelar multi stakeholder forum 2019 di Hotel Four Points By Sheraton Manado, Kamis (27/6).

 

General Manager PLN UIW Suluttenggo, Christyono mengatakan PLN mulai Tahun 2017 mempunyai slogan menerangi sampai ke ujung negeri. Untuk forum kali ini, kami tambahkan bersama menerangi negeri sampai ke ujung. Dirinya berharap, dengan seringnya para pemangku kepentingan berinteraksi akan didapatkan sinergitas, tujuannya bersama-sama untuk meningkatkan kontribusi kepada provinsi, pembangunan dan perekonomian masyarakat wilayah Sulut.

"PLN juga bisa memberikan kontribusi yang nyata terhadap perekonomian, pertumbuhan daerah dan lain sebagainya," tambahnya.

Dia melanjutkan, PLN tidak bisa membangun listrik sendiri, tentunya perlu stakeholder didalamnya untuk berkontribusi dengan tugas mereka masing-masing.

"Forum ini untuk memaparkan apa yang sudah kami kerjakan dan apa yang kami butuhkan untuk mendukung aktifitas PLN disektor ketenaga listrikan. Juga PLN ingin stakeholder mendukung apa yang sudah menjadi komitmen dari managemen PLN," jelasnya.

Christyono menuturkan, daya 472,6 MW, BP 382,8 MW dan surplus 89,8 MW kondisi kelistrikan di Sulut dan Gorontalo dengan ribuan pelanggan masih cukup hingga saat ini. Katanya, program PLN juga sejalan dengan program milik pemerintah provinsi, karena meningkatnya konsumsi listrik sejalan dengan peningkatan perekonomian masyarakat.

"Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat dilihat dari konsumsi listrik (kWh) per kapita. Kami PLN berusaha semaksimal mungkin untuk menyediakan dan menyalurkan energi listrik bahkan hingga ke daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal)," tuturnya.

"Daerah kepulauan merupakan tantangan bagi PLN untuk menyalurkan listrik. Kami sedang menyusun program pembangkit energi hybrid yaitu energi baru terbarukan energi surya dengan diesel. Yang nantinya akan diterapkan di daerah kepulauan," ungkap Christyono.

Selain itu lanjutnya, peningkatan pelayanan terus PLN lakukan dengan program layanan satu pintu. Hal ini berkaitan dengan kemudahan pelanggan dalam mendapatkan energi listrik. Seperti proses pasang baru atau tambah daya listrik dan pengurusan sertifikat layak operasi (SLO) untuk pemasangan instalasi kelistrikan di dalam bangunan.

“Program layanan satu pintu dan berbagai diskon tambah daya kini PLN hadirkan kepada pelanggan. Agar memudahkan pelanggan dalam mendapatkan listrik serta keringanan dengan potongan harga yang diberikan," pungkas Christyono.

Ditambahkan, General Manager PLN UIP Sulbagut, Sigit Witjaksono sesuai dengan rencana umum penyediaan tenaga listrik (RUPTL) PLN Tahun 2019 - 2028 di Suluttenggo nanti akan ada tambahan pembangkit, transmisi maupu gardu induk. "Pembangkit yang dibangun merupakan pembangkit listrik PLN dan IPP yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan maupun meningkatkan cadangan daya listrik dari tahun ke tahun," terangnya.

"Saat ini cadangan listrik di Sulbagut secara total mencapai 23 persen. Di tahun 2021 nanti akan ada beberapa pembangkit yang akan masuk, seperti PLTU Sulut 3 dengan kapasitas 2 x 50 MW dan PLTU Sulbagut 1 dengan kapasitas 2 x 50 MW sehingga  cadangan daya diharapkan mencapain 58 persen," pungkasnya. (lin)

Kirim Komentar