26 Jun 2019 12:17

Bunuh Diri Haram!

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM--Kasus gantung diri di Sulawesi Utara masih cukup banyak terjadi. Hal ini mendapat tanggapan dari para tokoh agama (toga).

 

Wakil Ketua Bidang Ajaran Pengembalaan dan Pembinaan (APP) GMIM Pdt Anthonius Dan Sompe, MTeol, MPdK mengatakan, orang-orang yang ada disekitar sebetulnya harus mampu medeteksi secara dini terhadap gejala-gejala yang ditunjukan oleh anggota keluarga atau anggota masyarakat. "Sebab akan ada tanda-tanda ketika seseorang akan mengakhiri hidupnya sendiri," katanya.

Lanjutnya, jika sudah dilihat ada gelagat yang mencurigakan tentu pertama yang bersangkutan harus didekati terlebih dahulu kemudian mengajak agar bisa aktif dalam pelayanan merupakan salah satu hal yang tak kalah penting.

"Kiranya juga jemaat dapat menolong dan memberikan solusi tehadap hal tersebut, supaya mereka yang sudah berpikiran melakukan hal yang tidak baik ini bisa sadar dan terhidar dari upaya gantung diri," ungkapnya.

Menurut dia, bunuh diri merupakan sebuah tindakan penyimpangan pemahaman, sekaligus juga itu penyalahgunaan wewenang terhadap diri sendiri.

"Tentunya kita memaknai kalau hidup adalah anugerah dan karena itu harus dipakai dengan bertanggung jawab untuk kemuliaan kepada Tuhan," ucapnya.

Dia mengungkapkan, bunuh diri itu merupakan suatu bentuk tindakan perlawanan kepada kemahakuasaan Tuhan, karena yang berhak mengatur hidup dan mati itu adalah Tuhan.

"Gereja tentu sangat menyayangkan akan terjadinya hal-hal seperti itu dan kewajiban gereja adalah untuk memberitahukan hal-hal ini supaya jemaat masyarakat tidak melakukan hal tersebut," ungkapnya.

Sompe menambahkan, sebetulnya banyak perspektif tentang alasan terjadinya bunuh diri, ada perspektif ekonomi, ada perspektif  keluarga, ada juga masalah dengan orang lain. "Kalau masalah dengan orang lain lebih sering terjadi pada anak-anak muda yang berbicara tentang masalah asmara," tuturnya.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur menegaskan, orang yang beriman tidak boleh putus asa. Karena setiap masalah pasti akan ada hikmanya. "Mari kita mengambil hikma dari setiap masalah yang kita hadapi, dan perlu diingat-ingatkan kalau bunu diri itu adalah haram," ucapnya.

Menurut dia, suka tidak suka, kita harus menerima jalan hidup yang kita jalani saat ini. "Mungkin yang engkau tidak sukai, disukai Allah, dan sebaliknya yang engkau sukai, tidak disukai Allah. Mari kita berpikir positif dan jangan putus asa," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kota Manado Pdt Juddy Tunari MTeol menambahkan, ketika seseorang ada masalah dalam hidupnya pasti dia akan terlihat berbeda. Apa lagi jika sampai ingin mengakhiri hidupnya sudah dipastikan kalau masalahnya teramat sangat berat.

"Bimbingan dari tokoh agama, tokoh masyarakat ditamba perhatian lebih dari orang terdekat dianggap hal yang paling penting dan dapat mencegah terjadinya gantung diri," pungkasnya.(tr-07/ite)

Kirim Komentar