25 Jun 2019 09:02

Ini Bukti Cengkih-Kopra Ancam Pertumbuhan Ekonomi

MyPassion
Salah satu toko meubel dan properti di wilayah perdagangan Calaca Manado, Senin (25/6) siang kemarin, sepi dari pembeli. Bahkan ada yang tutup. (ASYER ROKOT/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Turunnya harga cengkih dan kelapa (kopra, red) dinilai jadi salah satu dampak rendahnya nilai tukar petani (NTP) Sulut 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Nilai Tukar Petani (NTP) Mei hanya berada di angka 93,85 persen.

Akibat NTP rendah, daya beli masyarakat yang kebanyakan petani, melemah. Akibat melemahnya NTP, membuat produk ritel, meubel, otomotif, properti, fashion jarang laku. Hal ini pun bisa mengakibatkan ekonomi lesu. Perekonomian lesu dapat berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi di Nyiur Melambai.

Dari pantauan Manado Post, Senin (24/6) kemarin. Sekira Pukul 13.00 WITA, suasana jual-beli di Kawasan Calaca yang dikenal sebagai salah satu sentra bisnis yang telah lama berdiri, tampak lengang. Beberapa toko bangunan, garmen bahkan meubel, memilih tutup di jam yang biasanya padat-padatnya pengunjung ini.

Begitupun dengan toko-toko yang ada di kawasan ini, pun aktivitasnya terlihat biasa-biasa saja. Tak banyak pengunjung yang berminat ke kawasan ini lagi, atau memang daya beli masyarakat yang belum membaik, terlebih memang di momen akhir bulan seperti ini.

Salah satu pegawai Toko Medan Calaca, Susi saat diwawancarai mengatakan, tingkat kunjungan di kawasan ini memang cukup sunyi. “Idul fitri kemarin ada peningkatan itu pun kalau dihitung-hitung per harinya tak sampai 100-an orang yang berkunjung,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, tak tahu apa yang menjadi penyebab menurunnya pembeli yang ke wilayah ini. “Padahal menurut orang-orang dan pekerja di sekitar sini pada tahun-tahun kemarin kawasan ini menjadi kawasan yang ramai pengunjungnya, mungkin saja karena sekarang banyak yang jualan online sehingga mempengaruhi ini, itu mungkin,” ucapnya.

Selain itu, dia melanjutkan omset jualan pun per harinya menjadi tak menentu. “Di tempat kami kan dijual meubel, lihat saja hari ini sepi begini,” imbuhnya.

Hanya menurut dia, akhir-akhir ini banyak anak kos yang menjadi pembeli utama mereka. “Paling banyak mencari lemari dan kasur," pungkasnya. Senada Ko' Hengky dari Toko Metro Elektro mengungkapkan customer dan tingkat kunjungan masyarakat yang mencari barang-barang elektronik juga sepi. “Akhir-akhir ini memang agak menurun,” ungkapnya.

Saat ditanya alasan penurunan ini dia mengaku tidak tahu sama sekali. "Mungkin karena pengaruh pemilihan dan sebagainya," candanya sambil tertawa. Dia menuturkan di tempatnya tidak ada barang elektronik yang secara spesifik diburu. “Rata-rata semua diburu, ada televisi, kulkas dan sebagainya,” kuncinya.

12
Kirim Komentar