24 Jun 2019 08:45

Berikut Solusi Usulan Petani Atasi Harga Cengkih

MyPassion

Sebelumnya, Perwakilan Petani Cengkih Minahasa Adi Palit mengatakan, keseriusan pemerintah membangun daerah, harusnya menempatkan sektor pertanian di atas segalanya. Benar, infrastruktur dan sarana itu penting, begitupun dengan pariwisata yang gencar didorong selama ini.

“Tapi jangan lupa kurang lebih separuh penduduk di Nyiur Melambai, itu berprofesi petani. Bangsa ini pun dikenal sebagai lumbung pangan di Asia. Tapi, secara keseluruhan jaminan atas eksistensi petani masih belum maksimal. Hanya kepentingan pengusaha dan pabrik rokok saja yang diutamakan,” keluhnya.

Senada, Wakil Ketua Asosiasi Petani Cengkih Sulut Paul Sembel menyatakan, proses simbiosis mutualisme antar petani dan pemerintah, belum bisa disebut hebat.

Pasalnya, pemerintah dengan kebijakan membuka keran impor cengkih beberapa waktu lalu, justru membuat petani makin terpuruk. "Dikarenakan, masuknya komoditas luar yang mengintervensi harga komoditas andalan Sulut ini di pasaran,” sebut Sembel.

Jika pemerintah serius memperhatikan petani, kata dia, bukan sedikit dukungan dan simpati yang akan diberikan. Terlebih menjelang pesta demokrasi nantinya.

“Banyak warga yang berprofesi petani di Sulut, jika isu ini menjadi kecemasan utama pemerintah. Soal biaya yang diperlukan petani, pastinya jika dikonversi dengan harga jual saat ini. Sangat jauh dari kata untung, tolong perhatikan kami,” serunya.

Dirinya pun mengkritik perwakilan pemerintah yang harusnya menjadi corong harapan petani. Bukan rahasia umum, para pesohor di Sulut memiliki ratusan hektare cengkih di Sulut.

“Perjuangan ini harusnya menjadi perhatian kedua komponen, baik eksekutif dan legislatif. Jangan hanya menjamin pengusaha, sementara petani makin pusing dengan keadaan ini. Biaya pemeliharaan sampai produksi itu bukan sedikit,” tutupnya.(tr-05/jul/gnr)

123
Kirim Komentar