24 Jun 2019 08:45

Berikut Solusi Usulan Petani Atasi Harga Cengkih

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM—Anjloknya harga komoditas cengkih jelang momen panen raya, membuat nasib petani emas cokelat makin memprihatinkan. Ekonom Sulut Joy Tulung mengatakan, hal ini terjadi karena harga cengkih mengikuti harga pasar dan regulasi yang ada. “Memang agak susah untuk di intervensi pemerintah, karena sistem pasar dunia memang sudah seperti itu,” ungkapnya.

 

Menurut dia, pemerintah bisa memberikan solusi, dengan membeli langsung cengkih dari petani kemudian mencarikan pasar dengan harga yang bagus. “Tapi hal ini agak sulit, karena membutuhkan perencanaan dari jauh hari, mengingat anggaran yang cukup besar itu perlu direncanakan,” imbuhnya.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat ini pun pesimis jika nantinya, pemerintah menginstruksikan BPD untuk mengatasi masalah ini. Benar, pemerintah punya saham terbesar di BPD, tapi hal tersebut jika mengacu aturan perbankan tidak dibenarkan.

Dia melanjutkan dilema cengkih memang agak kompleks di tengah biaya yang semakin besar tapi pendapatan petani tidak seimbang. “Soalnya untuk ongkos produksi hampir tidak sebanding dengan pendapatan, jadi kalau biaya lebih besar otomatis petani rugi, menggunakan sistem penampungan pun di saat-saat seperti ini agak susah,” imbuhnya.

“Pemerintah perlu duduk bersama dengan petani, pengusaha dan stake holder terkait untuk menyelesaikan masalah ini, dalam jangka pendek agar petani kita bisa merasakan manfaatnya," pungkasnya.

Terpisah, Ekonom Robert Winerungan mengatakan, mengatasi polemik cengkih pemerintah dan Bank Sulut sebagai bank daerah pun tidak bisa semena-mena mengeluarkan anggaran untuk itu.

“Setidaknya setahun sebelumnya pemerintah melalui dinas terkait, sudah bisa memperkirakan dan menyiapkan langkah antisipasi seperti apa yang harus dilakukan,” ungkapnya.

Dia mengusulkan agar pemerintah menggandeng lembaga keuangan lainnya, yang bisa menampung komoditi milik petani. "Misalnya seperti kerja sama dengan lembaga keuangan internasional untuk mendanai komoditas unggulan masyarakat. Biar mereka nanti yang mencari pasar untuk itu,” imbuhnya.

123
Kirim Komentar