22 Jun 2019 08:41

EBT dan Pariwisata ‘Dijual’, Wagub: 15 Investor Eropa Tertarik

MyPassion
Wagub Sulut Steven Kandouw memaparkan sejumlah potensi daerah mulai dari EBT, pariwisata dan infrastruktur untuk menarik minat investor Eropa saat berkunjung ke Belanda, Jumat (21/6). (Dok Humas)

MANADOPOSTONLINE.COM—Pengembangan beberapa sektor di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tahun ini digenjot secara maksimal. Pemerintah daerah tengah berupaya mendatangkan sejumlah investor baik dari Asia maupun Eropa dan Amerika, untuk mengembangkan potensi daerah tersebut.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw pun melakukan kunjungan kerja ke Belanda, dalam upaya mengenalkan sejumlah sektor yang bisa menarik minat investor agar datang ke Sulut, Jumat (21/6). Kandouw, menghadiri pertemuan bersama founder and CEO of Arkitech BV and Founder Business Association.

"Jadi kita lakukan pertemuan dengan sejumlah investor dari Eropa. Dan dari pertemuan yang kita lakukan hari ini (kemarin, Red) 15 investor papan atas Eropa telah menunjukkan minat untuk datang dan berinvestasi di daerah. Jadi pertemuan ini kita lakukan sekaligus dengan presentasi tentang peluang bisnis dan situasi Sulut dalam berbagai sektor seperti pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan, infrastruktur dan pariwisata," tuturnya.

Pengembangan sejumlah sektor tersebut, menurut Kandouw, adalah upaya memajukan daerah. Sehingga, peningkatan ekonomi daerah bisa naik secara drastis. Dirinya juga mengatakan, semua proses perizinan di daerah akan dipermudah guna memperlancar semua proses investasi.

Namun dirinya menekankan, mempermudah perizinan bukan berarti tidak memenuhi semua dokumen dan proses perizinan. Investor Eropa tersebut juga, menurut Kandouw, bakal datang untuk meninjau langsung potensi daerah.

"Gubernur Sulut, Pak Olly Dondokambey sangat serius dalam memajukan daerah. Jadi melalui momentum ini diharapkan para investor bisa bekerjasama dengan pemerintah guna memajukan Sulut. Pak Gubernur juga sudah menginstruksikan langsung agar memperlancar semua proses perizinan. Jadi jika semua dokumen dan izin lengkap, maka 15 investor Eropa ini bisa langsung running. Lebih cepat lebih baik. Mereka juga sudah menginformasikan untuk datang dan melihat secara langsung potensi daerah," ujarnya.

Sementara itu, pemerhati pemerintahan Dr Welly Waworundeng mengatakan, pemerintah Sulut sudah selayaknya melobi investor untuk datang ke daerah. Dirinya mengatakan, dengan adanya kerja sama antar negara akan memberikan dampak yang baik asalkan dalam pengawasan dan asas transparansi. Dengan masuknya investor asing, menurut Waworundeng, akan meningkatkan ekonomi daerah dan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas serta memiliki daya saing.

"Jadi kalau sudah ada kerja sama antar negara, maka otomatis perkembangan ekonomi akan sangat pesat. Ini yang harus dilakukan pemerintah saat ini. Karena jika Sulut sudah memiliki hubungan baik, maka negara tersebut akan dengan bebas bisa bernegosiasi dan bekerja sama. Apalagi maksudnya dengan mengembangkan sejumlah sektor. Saya rasa ini perlu didukung. Namun pemerintah daerah juga harus transparan apa saja yang akan dilakukan. Dan semua itu harus bisa melibatkan tenaga lokal, agar ada transfer ilmu yang didapat," tandasnya. (tr-02/can)

Kirim Komentar