20 Jun 2019 09:41
Penyewaan Lahan KEK Jadi Solusi

Topang Operasional, MSH Minta Penambahan Modal

MyPassion
Jefferson Lungkang

MANADOPOSTONLINE—Operasional PT Membangun Sulut Hebat (MSH), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Sulut ini, sedikit terkendala dengan pembiayaan guna menopang aktivitasnya, sebagai perusahaan yang ditunjuk pemerintah sebagai pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung. Dikatakan Direktur Utama PT MSH Jefferson Lungkang, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) pembentukan PT MSH, ditetapkan modal usahanya sebesar Rp.100 Miliar.

Meski begitu, kucuran finansial yang diterima pihaknya tak lebih dari Rp.25 Miliar. Angka ini dirasa masih jauh dari ideal, terlebih dengan belum jelasnya status kepemilikan lahan lainnya di lokasi tersebut. Baru  92 hektare saja yang resmi di kelola PT MSH, sekira ratusan hektare sisanya masih perlu dibebaskan pemerintah. Itupun perlu kesepakatan bersama pihak legislatif, hal ini sontak membuat para investor menahan diri untuk nimbrung ke KEK Bitung.

“Kalau disetujui, sisa tambahan modal kita, bisa dikonversikan dengan kepemilikan lahan sisa. Itu pun kita nantinya menyewakan ke investor, tapi tetap harus melewati kesepakatan bersama Pemprov dan DPRD,” tukasnya.

Hal ini memang menjadi perhatian serius pihaknya, pasalnya dengan kondisi sekarang saja. Dikatakan mantan Direktur Kepatuhan Bank Sulawesi Utara Gorontalo ini, sudah ada 40 perusahaan yang berinvestasi di KEK Bitung.

“Untuk nominal penyewaannya kita belum bisa tentukan. Mudah-mudahan bisa segera dieksekusi para decision maker kita,” ujarnya.

Meski begitu, pesona KEK kata dia, turut menyita sejumlah perusahaan yang hendak merger dalam pengelolaannya. Ada yang dari nasional, tak ketinggalan perusahaan internasional.

“Sudah ada penawaran baik lokal maupun dari luar negeri. Tapi, kita fokusnya ke pengelolaan lahan dulu. Biar jalannya sekalian, ada yang perusahaan yang memang datang untuk berbisnis, di saat bersamaan juga ada yang mengajak untuk bermitra dalam pengelolaannya,” jelasnya.

Terpisah, Ekonom Joy Tulung menilai, perlu sinergitas bersama antar seluruh pemangku kepentingan di daerah. Agar, cita-cita mendorong peningkatan realisasi investasi di Sulut dapat terwujud.

“Apalagi sejumlah proyek strategis yang sementara dikerjakan hampir rampung, ada jaminan  mobilisasi bagi industri di Sulut, membuka dan menyerap tenaga kerja, terlebih memperbaiki hajat hidup orang banyak,” kata Akademisi Unsrat ini.

Diketahui, KEK Bitung diproyeksikan memberikan efek terhadap perekonomian nasional dengan peningkatan output sebesar Rp 92,1 triliun di tahun 2025. KEK Bitung sendiri, telah mendatangkan sejumlah investor dengan total komitmen investasi senilai Rp 3,8 triliun. 

Futai Indonesia, salah satunya, perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan kertas daur ulang, komit mengucur investasinya sebesar Rp 2,8 triliun. Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mendukung keberlangsungan KEK Bitung di antaranya adalah Pelabuhan Hub Internasional Bitung dan Jalan Tol Manado-Bitung.

Inisiasi dibukanya kawasan bisnis tersebut, tentunya tak lepas dari kontribusi Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Yang concern membuka gerbang investasi, seperti halnya yang dilakukan pada pertengahan Juli Tahun 2016 silam. Dimana lewat penerbangan langsung bersama maskapai milik Rusdi Kirana, mendongkrak capaian kunjungan wisatawan mancanegara secara signifikan.(jul)

Kirim Komentar