20 Jun 2019 09:37

Ternyata Solo Lebih Sadis Bisnis Daging Anjing dari Sulut, Tiap Bulan Capai 13 Ribu Ekor

MyPassion
Ilustrasi. (Reza Mangantar/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Kota Solo, Jawa Tengah disebut sebagai pusat perdagangan daging anjing di Pulau Jawa. Lebih dari 13 ribu ekor anjing dibantai setiap bulan di kota ini untuk memenuhi kebutuhan bisnis kuliner dari daging anjing.

 

Manado Post sebelumnya sempat melakukan investigasi soal bisnis daging anjing tahun 2018 lalu. Data yang didapat koran ini, seminggu jumlah anjing yang dibantai atau dijadikan santapan oleh masyarakat Sulut berjumlah 8.400 ekor hingga 9.800 ekor.

Data ini dikumpulkan dari 15 kabupaten/kota di Sulut. Dari jumlah tersebut, 80-85 persen berasal dari luar Sulut. Sementara untuk anjing yang dijual di pasar Manado 90 persen adalah curian.

Dilansir dari JPNN (grup Manado Post), perdagangan daging anjing di Solo seperti dicatat Dog Meat Free Indonesia (DMFI) ada 13.700 ekor anjing, yang dibunuh dengan keji setiap bulan di Solo, Jawa Tengah. Masakan dari daging anjing dijual secara massif dan terang-terangan di Solo.

Hal ini terungkap dari hasil investigasi oleh para aktivis yang menuntut penghentian perdagangan, pembantaian dan konsumsi daging anjing yang tergabung dalam koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) di kota Surakarta, Jawa Tengah atau yang lebih dikenal dengan kota ‘Solo’.

Sebuah rekaman video yang berhasil didapatkan koalisi ini menunjukkan gambar sebuah kendaraan terbuka berjeruji penuh dengan anjing yang dijejalkan dalam kondisi rebah karena tubuh mereka dibungkus dalam karung dan mulut mereka diikat erat.

Lalu di sebuah rumah jagal, anjing-anjing yang terikat tak berdaya di dalam karung itu pukuli dengan sebatang besi. Dalam keadaan masih hidup, anjing-anjing itu kemudian digantung agar kehabisan darah, sebelum akhirnya disembelih masih dalam posisi tergantung. Semua itu berlangsung di depan anjing-anjing lain yang terkurung dan terikat di rumah jagal tersebut.

Aktivis DGMI yang juga Program Manajer dari LSM Animal Friend Jogja (AFJ), Angelina Pane mengatakan investigasi yang dilakukan pada Januari 2019 lalu tersebut mengungkapkan terjadi perdagangan daging anjing yang masif dan terang-terangan di kota Solo.

"Sekarang Solo raya sudah menjadi pusat perdagangan anjing di pulau Jawa. Ada sekitar 13.700 lebih anjing yang dibantai setiap bulan. Angka ini kami dapat dari 82 warung yang menjual makanan dari daging anjing di seluruh wilayah kota Solo," katanya.

Angeline Pane menambahkan kuliner dari daging anjing itu dijajakan dengan menggunakan nama seperti sate guguk, tongseng jamu, kuliner ekstrim dan lain-lain. Bahkan perdagangan daging anjing ini sudah merambah pasar online.

Dan Jawa Barat disebut sebagai pemasok utama anjing-anjing yang dibantai di kota Solo dan pulau Jawa pada umumnya. "Anjing-anjing itu didatangkan dari Jawa Barat. Begitu juga anjing-anjing yang diperdagangkan di Yogya juga didatangkan dari Jawa Barat." ungkapnya.

12
Kirim Komentar