19 Jun 2019 10:35

TNI AU-USAF Adu Taktik Dog Fight

MyPassion
Seorang teknisi dari USAF memeriksa kesiapan pesawat tempur jenis F16, sebelum diikutsertakan dalam latihan tempur bersama TNI AU, di Lanudsri Manado.(Imanuel/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM—Latihan militer di Sulawesi Utara sudah memasuki hari ketiga sejak dibuka Senin (17/6) lalu. Jet-jet tempur milik TNI Angkatan Udara (AU) dan US Air Force (USAF) tampak lalu-lalang di langit Sulut di jam-jam tertentu.

 

Komandan Pangkalan Udara Sam Ratulangi (Danlanudsri) Manado Kolonel Pnb Johnny Sumaryana menjelaskan, ada beragam materi simulasi dilakukan TNI AU dan USAF.

“Latihan teknik perang di udara antara dua angkatan udara khususnya BFM atau Basic Fighter Manuver. Ini (BFM) dasar-dasar taktik perang di udara dari 1 lawan 1, 2 versus 2, dan seterusnya,” ungkap Kolonel Sumaryana, saat diwawancarai Manado Post, kemarin.

Materi latihan perang selanjutnya ada Air Combat Manuver (ACM). Yaitu pengembangan tentang taktik dan teknik tempur. Yang dikenal dengan dog fight. “Intinya saat duel di udara, siapa yang ada di belakang dapat dipastikan dia yang akan memenangkan pertempuran,” beber Sumaryana.

Sumaryana juga mengatakan, Cope West ini merupakan kerjasama bilateral Amerika Serikat dan Indonesia. Fokus khususnya air force. "Dan dalam kerja sama ini kami akan saling sharing taktik bertempur di udara. Seperti satu lawan satu, satu lawan dua, atau empat lawan empat berperang di udara. Intinya kerja sama ini kita saling tukar ilmu," ujarnya.

Diketahui, selama dua pekan langit Sulut akan dihiasi gemuruh pesawat tempur. Ini bagian dari latihan bersama TNI AU dan US Air Force. Senin (17/6) kemarin, latihan bersandi Cope West 2019 ini dibuka dan akan berakhir 28 Juni. Melibatkan 13 pesawat, 131 personel AU Amerika Serikat serta 150-an personel AU Indonesia.

13 pesawat yang akan latihan militer di wilayah udara Indonesia ini, enam pesawat dari Amerika Skadron 14 yang berasal dari Jepang. Sedangkan Indonesia melibatkan tujuh pesawat dari Madiun.

Inspektur AU AS Kolonel Paul Kirmis Vice Commander of the 35th Fighter Wing In Misawa Japan, mengatakan, tahun ini merupakan 70 tahun peringatan kerja sama antara dua negara ini. "Kiranya melalui latihan ini lebih mempererat hubungan kedua negara dan mengasah ketrampilan taktis udara dan inter operabilitas. Terima kasih telah menjamu kami dengan baik ketika tiba di sini," ujarnya.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey berterima kasih kepada AU Amerika Serikat yang memilih Sulut sebagai lokasi latihan. "Selaku pemerintah kami bangga. Karena Cope West 2019 dilaksanakan di Sulut. Ini menandakan Sulut daerah aman. Tak sampai di situ, Sulut juga dipilih  perayaan hari kemerdekaan Amerika Serikat,” kata Olly.

Sementara, Dubes Amerika Serikat Joseph Donovan Jr mengatakan Cope West 2019 ini adalah salah satu dari 200 kegiatan setiap tahun bersama TNI. "Ini hal positif. Dikarenakan dapat meningkatkan hubungan kedua angkatan bersenjata negara kita," tuturnya.

Donovan menambahkan, dari 13 pesawat AS ini, enam diantaranya pesawat F19 dari Amerika Serikat dan 7 F 16 Indonesia. "Ini untuk pertama kalinya unit pasukan khusus AU Amerika Serikat dan unit pasukan khusus Indonesia turut dalam pelatihan. Merupakan contoh baik untuk lebih menjalin kemitraan Indonesia-Amerika Serikat yang sudah menginjak 70 tahun," ungkapnya.(gnr)

Kirim Komentar