19 Jun 2019 15:01

Cegah Gratifikasi, Perizinan Wajib Via OSS

MyPassion
Sekkab Sitaro Drs Herry Bogar saat membuka Sosialisasi OSS di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Selasa (18/6) kemarin, di Aula Kantor Kabupaten.(Dok Humas)

MANADOPOSTONLINE.COM—Pelayanan berbasis online perlahan mulai menggerus mekanisme konvensional. Tak hanya di dunia bisnis dan usaha. Bertahap namun pasti, pola ini pun telah diberlakukan di daerah pemerintahan. Seperti yang gencar dilakukan pemerintah pusat, mendorong sistem Online Single Submission atau biasa disebut OSS.

Di sela pembukaan Sosialisasi Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Online Single Submission (OSS) Tahun 2019, serta Sosialisasi Deregulasi/Kebijakan dan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Selasa (18/6) kemarin, di Aula Kantor Kabupaten.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kepulauan Sitaro Drs. Herri Bogar, MM,  mengatakan khusus OSS memang di desain untuk mempermudah pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Bumi Karamando.

"Mereka bahkan bisa mengurus izin usaha terintegrasi melalui sistem OSS.  Dalam OSS para pemohon tidak perlu datang ke kantor, tinggal mengisi lembaran via aplikasi. Bahkan sertifikat perijinannya bisa di cetak sendiri. Yang penting dokumen persyaratan lengkap," terangnya.

Di dalamnya pun, lanjut dia, terdapat berbagai jenis perizinan yang disesuaikan dengan kebutuhan investor atau pelaku usaha.

"Dan sistem ini gratis, tidak dipungut biaya. Semangat memangkas birokrasi dan kompleksitas regulasi, serta indikasi terjadinya gratifikasi ada di dalam OSS," katanya lagi.

Sementara itu Kepala Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jostaline Bogar mengatakan, pihaknya akan terus merealisasikan penerapan OSS di Sitaro. Sebab, hal ini sejalan dengan instruksi pusat, untuk lebih menjamin kemudahan proses investasi, guna percepatan dan peningkatan pendapatan daerah.

"Jika pengusaha atau investor sudah disuguhkan dengan rumitnya investasi, artinya volume atau potensi pendapatan daerah kemungkinan kurang optimal. Menjawab masalah itu, OSS diharapkan mampu menjadi solusi," tuturnya.

"Dalam kegiatan ini kami juga turut membahas investasi yang ada di Sitaro, serta memikirkan solusi untuk meningkatkan investasi," tutupnya.(drp/jul)

Kirim Komentar