19 Jun 2019 10:41
Bakal Agendakan Seminar dan Workshop

Aprindo: Penggunaan Uang Logam Dalam Transaksi di Sulut Makin Sedikit

MyPassion
Jajaran Pengurus Aprindo dan BI Sulut siap menggelar agenda bersama guna meningkatkan penggunaan transaksi uang logam di Nyiur Melambai.(Dok Aprindo)

MANADOPOSTONLINE.COM—Sudah menjadi kebiasaan sepertinya bagi masyarakat di Indonesia. Berbelanja di warung maupun gerai ritel menggunakan uang logam. Padahal regulator, hingga saat ini masih mengakui eksistensi uang logam, sebagai alat pembayaran yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Realita tersebut nyatanya mendapatkan perhatian dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Sulawesi Utara. Di bawah komando Ketua Aprindo Sulut Andy Sumual, menginisiasi pertemuan bersama pihak Bank Indonesia Perwakilan Sulut. Membahas penggunaan uang logam, lebih lagi peduli pada kelangsungan uang koin dalam tiap transaksi di Nyiur Melambai.

 

“Memang akhir-akhir ini terjadi kelangkaan pada transaksi uang logam di semua ritel di Sulut. Bagaimanapun juga, uang logam masih menjadi alat pembayaran yang sah di Indonesia. Terlebih, bagi kita pelaku usaha ritel, yang sangat memerlukan uang logam,” ungkap Sumual, dalam pertemuan Gala Dinner bersama BI Sulut di salah satu restoran di Pusat Kota Manado, Selasa (18/6) kemarin.

 

Olehnya, dirinya pun menginstruksikan kepada seluruh pelaku ritel yang ada di Manado. Untuk tak segan menerima pembayaran masyarakat yang menggunakan uang logam.

“Bahkan di outlet Fresh Mart kita, kami tambahkan pemberitahuan persis di kasir untuk memberitahukan kepada konsumen agar tidak ragu, untuk bertransaksi menggunakan uang logam atau koin,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Aprindo Robert Najoan menambahkan, guna memaksimalkan penggunaan uang logam di Sulut. Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkolaborasi bersama Bank Indonesia untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi dan seminar. Tak hanya soal, menjaga kelangsungan penggunaan uang logam. Namun, hingga upaya dan langkah strategis apa yang bisa dilakukan guna mendukung percepatan pembangunan dan ekonomi di Sulut.

“Bagaimana menggali potensi bisnis ritel modern sebagai akselerator di sektor perdagangan yang mampu menyumbang dalam jalannya roda perekonomian di Sulut,” ujar Najoan.

Bak gayung bersambut, Kepala Bank Indonesia Provinsi Sulut Arbonas Hutabarat menyambut hangat upaya dan insiatif Aprindo. Dalam menjaga kelangsungan jalannya transaksi uang logam.

“Bagaimanapun juga, bukan sedikit anggaran pemerintah dialokasikan untuk membuat uang rupiah kita. Salah satunya uang logam, wajib dipergunakan, dijaga dan diperlakukan dengan benar. Rupiah, sesuai dengan konteksnya juga, menjadi lambang kehormatan bangsa ini,” ujar Hutabarat.

Soal wacana kontribusi Aprindo pada jalannya perekonomian Sulut. Pihaknya pun meminta kepada pengurus, untuk memberikan data ritel yang akurat saat di survey nanti. Agar menjadi bahan masukan yang nantinya di analisa sebagai kebijakan bagi pihak eksekutif.

“Kolektivitas dan sinergitas seperti ini penting, bersama menganalisa kebijakan apa yang tepat, guna memberikan arah yang benar untuk pembangunan Nyiur Melambai, yang makin hebat ke depannya,” pungkas dia.(jul)

Kirim Komentar