18 Jun 2019 08:53

Selama Dua Pekan, 13 Pesawat Tempur AS-Indonesia `Perang` di Langit Sulut

MyPassion
Pembukaan latihan bersama Cope West 2019 di Lanudsri, Senin (17/6). (Grady/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM—Selama dua pekan langit Sulawesi Utara (Sulut) akan dihiasi gemuruh pesawat tempur. Ini bagian dari latihan bersama TNI AU dan US Air Force. Senin (17/6) kemarin, latihan bersandi Cope West 2019 ini dibuka dan akan berakhir 28 Juni. Melibatkan 13 pesawat, 131 personel AU Amerika Serikat serta 150-an personel AU Indonesia.

 

13 pesawat yang akan latihan militer di wilayah udara Indonesia ini, enam pesawat dari Amerika Skuadron 14 yang berasal dari Jepang. Sedangkan Indonesia melibatkan tujuh pesawat dari Madiun.

Dari pantauan, yang menjadi inspektur upacara pembuka Cope West dari Indonesia. Kolonel Satriano Utomo, Wing Commander No 3, Iswajudi Air Force Base Koopsau 1. Sementara inspektur AU Amerika Serikat Kolonel Paul Kirmis Vice Commander of the 35th Fighter Wing In Misawa Japan.

Kolonel Paul mengatakan, tahun ini merupakan 70 tahun peringatan kerjasama antara dua negara ini. "Kiranya melalui latihan ini lebih mempererat hubungan kedua negara dan mengasah ketrampilan taktis udara dan inter operabilitas. Terima kasih telah menjamu kami dengan baik ketika tiba di sini," ujarnya.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey berterima kasih kepada AU Amerika Serikat yang memilih Sulut sebagai lokasi latihan. "Selaku pemerintah kami bangga. Karena Cope West 2019 dilaksanakan di Sulut. Ini menandakan Sulut daerah aman. Tak sampai di situ, Sulut juga dipilih  perayaan hari kemerdekaan Amerika Serikat,” kata Olly.

Sementara, Dubes Amerika Serikat Joseph Donovan Jr mengatakan Cope West 2019 ini adalah salah satu dari 200 kegiatan setiap tahun bersama TNI. "Ini hal positif. Dikarenakan dapat meningkatkan hubungan kedua angkatan bersenjata negara kita," tuturnya.

Donovan menambahkan, dari 13 pesawat AS ini, enam diantaranya pesawat F19 dari Amerika Serikat dan 7 F 16 Indonesia. "Ini untuk pertama kalinya unit pasukan khusus AU Amerika Serikat dan unit pasukan khusus Indonesia turut dalam pelatihan. Merupakan contoh baik untuk lebih menjalin kemitraan Indonesia-Amerika Serikat yang sudah menginjak 70 tahun," ungkapnya.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi (Danlanudsri) Manado Kolonel Pnb Johny Sumaryana mengatakan Cope West ini merupakan kerjasama bilateral Amerika Serikat dan Indonesia. Fokus khususnya air force. "Dan dalam kerja sama ini kami akan saling sharing taktik bertempur di udara. Seperti satu lawan satu, satu lawan dua, atau empat lawan empat berperang di udara. Intinya kerja sama ini kita saling tukar ilmu," ujarnya.(tr-04/gel)

Kirim Komentar