18 Jun 2019 12:23

Perceraian di Manado Meningkat, Tahun Ini Sudah 394 Kasus

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM--Kasus penceraian di Kota Manado meningkat. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) kelas I B Manado, sepanjang tahun 2018 tercatat 706 perkara di Ibu Kota bumi nyiur melambai ini.

"Sedangkan jika dibandingkan ditahun sebelumnya. Pada tahun 2017, tercatat jumlah penceraian sebanyak 496 perkara, sementara pada tahun 2016 berjumlah 490 kasus yang ditangani PA. Kalau untuk tahun 2019 per Juni perkara yang masuk berjumlah 394 kasus,"ungkap Humas PA IB Manado Burhanudin Mokodompit saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/6)

Burhan menjelaskan, merujuk pada data yang masuk di empat tahun terakhir itu tidak semua berujung pada penceraian. "Ada yang berhasil kami damaikan dan ada juga yang kami tolak karena tidak secara otomatis orang mengajukan gugatan penceraian di PA bisa dikabulkan"ujarnya kepada Manado Post Online.

Lebih lanjut, hakim senior PA ini mengatakan, paling dominan perkara masuk diajukan dari pihak wanita, kemudian lelaki dengan cerai talak, menyusul kasus valontair. "Volontair ini maksudnya perkara permohonan atau yang tidak ada lawan dalam artian mengajukan secara sepihak,"bebernya.

Dia mengungkapkan, dari sekian perkara yang masuk didominasi umur 20 hingga 40 tahun. Ada juga yang di luar umur tersebut akan tetapi tidak terlalu banyak. "Per hari yang mengurus atau mendaftar perkara berkisar 30-40an kasus,"sambung Burhan sapaan akrabnya.

Menurutnya, pemicu penceraian di kota manado sangat bervariasi. "Ada yang karena faktor tanggung jawab, ekonomi, pihak ketiga serta ada juga masalah agama,"tukasnya.(opn)

Kirim Komentar