18 Jun 2019 09:47

Investor China Seriusi KEK Bitung

MyPassion
Penandatanganan MOA antara PT MSH dan CRBC, jadi langkah strategis pengembangan kawasan industri di Bitung. (Jul/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM – Kerja sama antara PT Membangun Sulut Hebat (MSH) dan China Road and Bridge Corporation  (CRBC) berlanjut ke tahap strategis. Menyusul dengan pelaksanaan penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) dilangsungkan di Kantor MSH, antara Direktur Utama MSH Jefferson Lungkang dan Perwakilan CRBC Jakarta, Wei Wen.

Dijelaskan Lungkang, MOA kali ini jadi kelanjutan dari Penandatanganan MOU antara Gubernur, Sulut Olly Dondokambey dan BUMN China medio 20 Oktober 2017 silam.

Dikatakannya lagi, kerja sama dengan China ini lebih memfokuskan untuk membangun infrastruktur di KEK yang memiliki luas total 534 hektare tersebut.

"Baik MSH dan CRBC sama-sama akan mencari investor untuk membangun KEK Bitung. " kata mantan punggawa BSG tersebut.

Sembari menambahkan, saat ini di kawasan KEK Bitung sudah ada 14  perusahaan yang berinvestasi. Selain menjalankan roda usahanya, pihaknya pun konsisten mendorong seluruh korporasi yang ada di KEK Bitung, agar mendapatkan kemudahan.

“Diantaranya pengurangan pajak, bea cukai dan lain lain. Karenanya kami berharap banyak, dengan terjalinnya kerja sama dengan CRBC ini, dapat merangsang perusahaan lain yang ada di Tiongkok untuk melirik Sulut, utamanya berekspansi ke KEK Bitung,” papar dia.

Sementara itu, Wei Wen Perwakilan CRBC mengatakan, MOA ini sangat penting bagi pihaknya, dikarenakan babak baru ini jadi lanjutan yang memiliki nilai strategis ke depannya.

“KEK punya peran strategis bagi kita. Para pelaku usaha di sana (Tiongkok, red) menaruh perhatian khusus di lokasi bisnis tersebut. Dan kami punya SDM yang handal untuk membangun  KEK Bitung. Pilihan Pemprov Sulut dan MSH tidak salah,” sebut dia.

Di tempat yang sama, Sekretaris KEK Bitung Jenny Karouw menambahkan teknis perjanjian kerja sama tersebut, nantinya bersifat jangka panjang. Disesuaikan dengan kebutuhan apa yang nantinya diperlukan guna menopang jalannya KEK Bitung.

“CRBC akan menanamkan modal dalam bentuk dana juga, kurang lebih Rp 1 Triliun,” kata Kadisperindag Pemprov Sulut ini.

Meski begitu, jalannya operasional KEK sendiri, kata dia, masih terkendala soal kepemilikan lahan. Sekira 92,6 hektare di KEK saat ini belum resmi dimiliki oleh MSH. Lahan tersebut masih dimiliki Pemerintah Provinsi Sulut. Proses pelimpahan atau penghibahan lahan itu masih menunggu persetujuan melibatkan DPRD Provinsi Sulut. (jul)

Kirim Komentar