18 Jun 2019 10:14

Gaji Nakon Dikebiri, Begini Reaksi Dinkes Tomohon

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM -- Di tengah ratusan korban jiwa yang gugur saat bertugas, maupun harus terbaring sakit pasca melaksanakan pesta demokrasi. Sejumlah pejuang hajatan lima tahunan di Kota Tomohon, harus gigit jari. Dikarenakan gaji bulan April, sebagai tenaga kontrak(nakon) yang sewaktu lalu bertugas di Dinas Kesehatan (Dinkes) Tomohon dikebiri.

 

Beberapa nakon yang bertugas di RSUD Anugerah Tomohon, menjadi korban. Buah keringat dan reward atas kerja kerasnya selama penyelenggaraan Pemilu di Bulan April, raib tak tersisa.

Keluhan tersebut, diutarakan beberapa Nakon yang mengeluhkan hak mereka ‘dimutilasi'. “Saat hendak menandatangani slip gaji, saya kaget sudah ada potongan, padahal kalau soal kehadiran kami merasa tidak pernah bolong, kecuali saat dua hari bertugas di TPS,” jelas beberapa Nakon yang enggan nama mereka dikorankan.

Sepengetahuan mereka, saat bertugas di TPS, mereka mengantongi surat keterangan dari Komisi Pemilihan Umum. “Tentunya ini sangat merugikan, kalau tahu begini lebih baik  tak ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pemilu kemarin," sesal salah satu Nakon yang berdomisili di Tomohon Tengah.

Anehnya lagi, ketika di konfirmasi ke Dinkes Tomohon. Kepala Dinas Kesehatan dr Deissje Liuw  melalui Sekretaris Dinas Djonny Kereh mengaku tidak tahu. "Kami tidak tahu kalau ada masalah ini, bahkan kami baru tahu saat  rekan media mengkonfirmasi hal ini," jelas Kereh.

Pihaknya menambahkan, bakal menindaklanjuti  masalah ini, agar nantinya ada titik temu bagi para Nakon, yang merasa dirugikan. "Nanti akan coba di cek dulu terkait masalah ini," singkatnya. (wam/jul)

Kirim Komentar